Wilihandarwo dot Com

a personal blog from Fadli Wilihandarwo

Saat menulis tulisan ini, di Trans 7 lagi ada acara Hafiz Qur’an. Masya Allah, anak-anak kecil yang berlomba menghafal Al-Qur’an.. Ada yang usianya 4 tahun malah ! Masya Allah :”)

Sangat ingin punya anak seperti itu nanti. Bayangkan, betapa cahaya Allah melalui ayat-ayat Al-Qur’an yang dikumandangan bakal menghiasi rumah kita. Sangaatttt ingin banget..

Bagaimana caranya ya ?

Hmmm, sebenernya anak kecil itu mudah sekali menghafal, karena atas karunia Allah, seorang anak kecil itu diberikan perkembangan ingatan yang luar biasa amazingnya. Sangat mudah menghafal. Karena itu kita perlu memperhatikan banget hal-hal apa yang kita berikan kepada anak-anak kita sejak saat bayi. Karena hal itu lah yang menjadi ingatan mereka nanti dimasa yang akan datang.

Cara terbaik yang bisa kita lakukan sebagai orang tua adalah dengan memberikan contoh. Contoh yang baik kepada mereka. Contoh yang bisa mereka lihat secara langsung. Jika kita ingin membuat anak kita menjadi penghafal Al-Qur’an maka kita sebagai orang tua harus sering melafalkan bacaan-bacaan Al-Qur’an bahkan sebelum anak kita lahir. Akan mengalir dalam darah orang tua, yang kemudian ditransferkan ke anak-anak kita ayat-ayat Al-Qur’an itu.

Karena menyuruh anak dengan mulut itu melelahkan dan belum tentu bertahan lama, tapi menyuruh anak dengan kita sebagai orang tua mencontohkan lebih dahulu, Insya Allah akan tertanam kuat di benak anak.

Jadi yuk bareng-bareng perbaiki kualitas diri lebih dulu.

Allah insya Allah bakal membantu :’)

Bismillah..

Sungguh beruntung seorang Muslim itu, jika diberi ujian ia bersabar dan jika diberi nikmat ia bersyukur. Pernyataan ini bisa menjadi obat pelipur lara dikala kita sedang dirundung musibah dan kenikmatan.

Beberapa hari terakhir ini pun aku mengalami apa yang sudah menjadi ketetapan Allah, sebuah ujian. Ujian mengenai seberapa besar rasa cintaku padaNya, sebuah ujian tentang tawakal dan kesabaran, sebuah ujian mengenai selalu berhusnudzon padaNya.

Ya Allah, aku yakin, engkaulah pengatur hidup hamba. Karena itu, hamba percaya bahwa apapun yang menimpa hamba saat ini adalah bagian dari rencanaMu yang pasti berbuah kebaikan bagi hamba. Aamiin. Read more…

Sebuah renungan untuk para ikhwan, agar ketika ingin menuju pernikahan dengan proses taaruf yang benar, dapat memperhatikan adab-adabnya. Salah satunya adalah tidak menggantungkan harapan kepada si calon.

Cukuplah dengan terus memperbaiki diri dan lebih menjaga hati. Untuk penjagaan hati ini pun harus dari kedua belah pihak. Mudah-mudahan dengan proses yang benar, hasil akhirnya pun akan benar.

Nampaknya tulisan ini ditulis oleh seorang akhwat yang sedang berada dalam kegelisahan dan merasa digantung. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari sini. Maaf ga bisa nyebutin dari mana tulisan ini saya dapat, yang jelas, cukup banyak beredar di beberapa blog. Sudahlah, tak apa. Yang penting nilainya bisa kita dapatkan. Read more…

Sekitar seminggu yang lalu baru aja saya memperpanjang domain blog ini setahun kedepan lagi. Tak terasa udah 4 tahun blog ini hadir di dunia maya. Tak terlalu penting-penting sih isinya, hanya tautan opiniku yang mudahan masih dapat berguna dan dapat diambil pelajaran di dalamnya.
Sempat juga pasang surut kemauan menulis di blog ini, kadang rajin, kadang malas. Total udah 156 postingan yang aku buat. Masih terbilang sedikit jika dibandingkan dengan waktu yang tersedia selama ini.

Udah beberapa kali juga blog ini berganti baju. Yah, ketika ada mood baik untuk ngedesain, aku akan ngerubah lagi desainnya.

Berbagai peralatan juga udah aku coba untuk nulis di blog ini. Mulai dari PC, Mac, hingga ponsel. Nah sekarang aku nyoba untuk pertama kali ngepost tulisan dari Blackberry ku. Lebih enak sih ngepost dari BB dibandingkan pake ponsel biasa. Karena selain ada keyboard QWERTYnya, juga ada aplikasi khusus di BB untuk nulis di blog wordpress.

Harapanku, mudahan dengan adanya BB ini bisa makin produktif lagi ngeblognya. Ok, ditunggu ya postingan-postingan selanjutnya.

Alhamdulillah. Sebuah kata yang pantas aku ucapkan terus menerus sebagai bentuk syukur atas apa yang telah aku punya dan dapatkan sekarang. Nikmat iman yang masih kupegang hingga sekarang, nikmat umur yang mudah-mudahan berkah bagi sekitar, nikmat memiliki orang tua yang hebat dan sangat pengertian, nikmat memiliki kesempatan untuk belajar di FK UGM, nikmat memiliki teman-teman yang luar biasa –yang dari mereka aku bisa mempelajari banyak hal –, nikmat semuanya.

Kalau melihat ke belakang, beberapa tahun lalu, secara pribadi aku termasuk orang yang sering gagal. Kuliah pernah gagal, secara finansial pernah gagal, secara pertemanan juga pernah gagal. Namun, aku menyadari bahwa walaupun itu disebut kegagalan, aku tak ingin menganggapnya seperti itu.

Kegagalan itu hanya sebuah jalan untuk kita tahu bahwa apa yang kita lakukan itu tidak berhasil untuk menuju sebuah tujuan. Mungkin saja kita kurang begitu kuat berusaha, kurang maksimal, atau memang jalan yang kita tempuh itu sudah salah. Makanya kita harus mencoba jalan lainnya.

Kalau manusia diberi kegagalan, jangan anggap itu benar-benar sebuah kegagalan. Ada cerita menarik dari Mario Teguh yang tayangannya sempat aku tonton. Beliau mengambil contoh hewan lumba-lumba. Ketika seekor lumba-lumba betina berenang di lautan bebas, ada anak lumba-lumba yang turut berada di samping lumba-lumba tersebut. Anak lumba-lumba ini terbiasa berjalan lurus saja tanpa melihat apa yang ada didepannya. Akibatnya, jika ada karang yang besar didepan, ia akan menabrak karang tersebut, dan bisa saja luka.

Nah, karena sang ibu sangat sayang kepada anaknya, maka si Ibu biasany akan berbelok, memasang badan untuk ditabrak anaknya. Ya, si ibu menggagalkan si anak untuk menabrak karang. Hey, bukankah itu sebuah hal yang bagus. Menggagalkan upaya si anak, agar tidak mendapat hal yang lebih buruk. Lebih baik kan ia hanya menabrak tubuh ibunya.

Begitu juga dengan manusia. Allah begitu sayang dengan kita, Maha Penyayang. Karena itu jika kita merasa digagalkan oleh Allah terhadap sesuatu, yakinlah bahwa itu karena Allah sayang sama kita. Allah mencegah agar kita mendapat hal yang lebih buruk lagi.

Jangan pernah suuzhon dengan Allah. Allah tahu apa yang terbaik buat hambaNya. Karena itu, kita harus menghadapi sebuah kegagalan dengan senyuman yang mengembang. Menatap ke depan, melihat lagi jalan lurus menanjak di depan.

Jangan pernah mengeluh, karena mengeluh bisa menjadi pelemah semangat kita.  Namun, jika kegagalan-kegalan itu terus berulang, mari lihat lagi atas apa yang telah kita lakukan. Barangkali cara kita salah. Kalau itu penyebabnya, coba cari cara lainnya.

Semoga berguna.

Wah ga terasa udah lama ga ngeblog. Hmm.. manajemen waktu yang buruk, jadinya ga bisa membagi waktu untuk ngerjain beberapa hal, sehingga ada hal-hal yang harus dikesampingkan, termasuk salah satunya blog ini.

Ok, sekedar merangkum apa yang terjadi sejak aku tidak menulis blog dulu hingga sekarang.

Pertama, sekarang aku sudah menginjak tahun ke tiga di FK UGM. Alhamdulillah, waktu terasa begitu cepat berlalu. Tinggal satu setengah tahun lagi di FK, sebelum akhirnya di wisuda dan masuk ke Rumah Sakit menjadi koass.

Namun secara pribadi, ilmu 2 tahun ke belakang ini masih pada belum nyantol semua. Masih banyak konsep-konsep kedokteran yang belum tertanam. Tidak hanya sekedar menghafalnya, namun benar-benar paham. Sehingga jika nanti diberikan kasus penyakit yang ribet-ribet, aku bisa menyelesaikannya dengan mudah. Read more…

Kemarin malam (25/08) aku shalat tarawih di Masjid Kampus UGM. Alhamdulillah tahun ini aku masih mendapatkan kesempatan memasuki bulan Ramadhan kembali. Kerinduan setahun ini akhirnya tiba juga. Mudah-mudahan Ramadhan kali ini membawa sesuatu yang ‘beda’ dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Sambil menunggu azan Shalat Isya, aku menyempatkan melihat-lihat buku yang dijual di pelataran masjid kampus ini. Memang setiap hari Jum’at dan pada bulan Ramadhan, pelataran masjid kampus yang megah ini dihiasi oleh penjual-penjual buku, parfum, hingga baju koko. Cukup membantulah bagi saya yang mencari barang-barang murah nan berkualitas.

Pandanganku terhenti pada sebuah buku yang berjudul “Rahasia Bisnis Rasulullah” karangan Prof. Laode Kamaludin, Ph.D. Rasanya tepat aku membeli buku ini, mengingat mulai saat ini aku kembali menekuni dunia bisnis lagi di sela-sela kuliah. Setelah membaca buku ini, aku kembali bersemangat menjalankan bisnis lagi. Tapi kali ini berbeda. Semangat kali ini lebih kuat dari sebelum-sebelumnya.

Kenapa ?

Read more…

Kemarin (Rabu, 17 Juni 2009) sekitar jam 12 siang, aku mengalami musibah kehilangan tas ku di Musholla kampus. Isi tasku “lumayan” lengkap. Di dalamnya ada Apple MacBook White (my lovely laptop), HP Nokia 7610 kesayanganku, Hard Disk Portable Transcend Store Jet 320 GB (yang hingga terakhir sebelum hilang sudah terisi sekitar 270GB), 3 Buah Flash Disk, 20 CD kosong, Buku Praktikum, STNK Motor, Kunci Kost, Kunci Motor, Jaket kesayanganku, Jas Almamater, dan barang-barang pribadi lainnya.

Ceritanya gini, ketika aku datang ke mushalla untuk sholat, ternyata jamaah udah mencapai rakaat pertama. Otomatis aku ga bisa ke depan untuk menaruh tas biar lebih aman.

Nah, makanya aku naruh di bagian tengah masjid. Di sekitar tas ku itu ada juga beberapa tas lainnya. Tanpa menaruh curiga ataupun kekhawatiran aku pun meletakkan tas ku disana. Kemudian aku pergi ke kamar mandi sebentar untuk buar air kecil.

Sekembalinya dari kamar kecil, aku ngambil air wudhu untuk sholat. Dan ketika aku mau ngecek tasku, eh udah ga ada. Langsung deh, manggil temn-temenku yang ada di sekitar musholla itu untuk bantu nyariin dan menghubungi satpam kampus (btw, mereka teman-teman yang luar biasa! Langsung bergerak cepat, thanks banget).

Setelah dicari sana-sini, tas dan isinya itu pun belum tampak batang hidungnya. Setelah aku berusaha mencari dan pada akhirnya mengakui bahwa tas ku benar-benar hilang, semuanya aku kembalikan kepada Allah.

Aku yakin Allah mempunyai rencana yang sangat indah ketika aku di cobakan pada ujian ini. Dan ketika itu banyak temen-temen yang menasehatiku, bahwa yakinlah setelah ini Allah akan mengganti nya dengan hal yang lebih baik.

dan Terbukti !

Setelah kehilangan laptop itu, aku akhirnya menyadari beberapa hal yang menurutku adalah hikmah dari kehilangan tas dan isinya itu. Antara lain : Read more…

Pasti ku kan malu melihat banyak warga miskin
yang ga bisa berobat hanya gara-gara masalah duit.
Sedangkan di sana-sini masih banyak orang kaya yang rela
menghamburkan duitnya berobat ke negeri singa di seberang sana..

Andai aku dokter Indonesia,
mungkin ku kan begitu sulit memberikan diagnosis dan
treatment yg tepat tuk semua pasienku kelak, karena terbatasnya peralatan yg kupunya di klinik.
Tak seperti dokter2 diluar sana yg punya seabrek alat2 canggih nan mahal untuk pasiennya.
Read more…

Foto(593)

Insya Allah besok (1//4/2009) aku ujian block 1.4 tentang Genitourinary System. Bagi yang belum tahu sistem block itu seperti apa, nih tak jelasin dikit. Jadi di FK itu rentang waktu belajarnya diukur per block bukan persemester. Satu blocknya itu 7 minggu. Kalau dibandingkan dengan semester, 1 semester itu terdiri dari 3 block. Di tiap block, kami mempelajari satu topik utama yang besar. Ya, misalnya di block 1.4 (Maksudnya tahun 1 block ke 4) ini kami mempelajari tentang sistem “perkencingan” atau sistem urin dan Sistem Genital atau Sistem Reproduksi.

Hmm… besok siang saatnya bertempur melawan ratusan soal-soal pilihan ganda dalam ujian block. Yup, walaupun terdengar mudah (karena pilihan ganda), sebenarnya soalnya sulit-sulit banget. Ga bisa asal nebak aja, apalagi pake hitung kancing baju, masa’ nanti kalau aku praktek, diagnosisnya pake hitung kancing juga ? Hahaha ga kan ?

Suasana Kostanku Menjelang Ujian

Haha.. hancur banget..

Buku-buku tebal bertebaran, yang kadang bikin ngantuk saat dibaca.. Hehe

Trus ada juga berlembar-lembar kertas fotokopian. Mulai dari kumpulan soal-soal sampai rangkuman materi.

Kyaa…

Sekarang tinggal 12 Jam lagi menuju ujian.. Lanjutin belajar ah..

Mudahan besok sukses.. Harus Sukses !