a personal blog from Fadli Wilihandarwo

Jangan Takut ga Lulus

Tanggal 17 April 2007 kemarin, adik-adik kelasku yang duduk di kelas XII (Kelas III SMA) sedang ujian nasional. Ku teringat, tepat setahun yang lalu akupun melalui tes yang bikin jantung berdegup tak tentu, keringat mengucur deras, dan tangan bergetar ini. Segala cara dilakukan agar lulus. Sepertinya, tiga tahun kita belajar di sekolah, hanya di tentukan selama tiga hari ini aja. Wah, cape deh…

Dan saat menunggu pengumuman lulus pun menjadi suatu hal yang sangat mendebarkan. Detak jantung seakan tak berirama lagi. Bukan hanya kelulusan ku yang kuinginkan, tapi aku pengen temen-temen satu sekolahku lulus semua. Atas nama persaudaraan. Ga enak kan kalo Cuma kita yang bahagia, sementara temen seperjuangan kita pada sedih. Ga asyik banget.

Namun, usaha memang ga akan sia-sia jika diiringi kerja keras dan doa. Semuanya terbayarkan. Sekolahku lulus 100 persen. Alhamdulillah. Gembira banget waktu itu. Dan perguruan tinggi pun siap di depan mata untuk disambangi. Merajut impian menjadi sarjana. Mimpi yang sangat indah waktu itu. Sangat indah.

Dan sekarang, aku sudah duduk di bangku kuliah –setidaknya semester lalu-. Dan aku sudah merasakan dunia orang intelek –jangan diartikan dalam bahasa jawa ya, yang artinya (maaf) tahi, hehehe-. Dunia yang selama ini kulihat di televisi melalui demo-demo di depan kantornya wakil rakyat. Sambil bakar-bakar ban. Atas nama rakyat katanya.
Namun sekarang aku sudah berhenti kuliah. Bukan karena di DO. Bukan juga karena ga bayar uang kuliah. Tapi prinsip hidupku yang mengalahkan semuanya. Pertama, aku pengen berjuang lagi ngebangkitin sekaligus ngewujudin cita-citaku menjadi dokter. Cita-cita sekaligus tumpuan tanggung jawab bagi keluargaku. Keluarga yang selama ini telah menghadirkan aku diantara mereka. Keluarga yang canda dan tawanya masih kuingat sampai sekarang –dan mungkin selamanya-. Kuputuskan untuk belajar mandiri dirumah. Belajar lagi pelajaran SMA yang udah banyak kulupa. Dan aku memilih untuk belajar mandiri karena, aku ngerasa bisa ngatur kapan aku mau belajar. Dan aku pikir hasilnya akan lebih maksimal. Namun, entar deket-deket spmb baru aku mau ikut bimbel. Ya, ngetes-ngetes soal + try outnya lah..

Walaupun nanti ga lulus –mudahan lulus donk- aku akan terus berusaha lagi. Setahun lagi kesempatan ku. Mungkin Allah, belum menetapkan tahun ini aku jadi dokter. Insya Allah tahun depan. Karena aku ga mau hanya sekedar jadi dokter. Yang masuknya begitu mudah. Dengan duit. Ga’ lah… Karena masyarakat membutuhkan dokter yang pintar akal dan pintar hati. Ga bisa salah satu, harus keduanya. Dan aku akan berusaha memenuhi keduanya. Amin…

Dan aku juga udah menyiapkan planning lainnya jika aku ga lulus. Mungkin aku ga akan ditakdirin jadi dokter –setidaknya aku udah berusaha- aku akan terjun ke dunia bisnis. Ya aku begitu tertarik memimpin orang, warisan dari bapakku yang ga mau banget jadi pegawai negeri. Ya, akan kurintis semuanya dari awal. Dari nol.

Dan mulai sekarang aku udah rintis itu semua. Karena aku punya sedikit keahlian di bidang pembuatan website, ya aku sekarang mulai terjun ke bisnis dot com. Lumayanlah, entar kalo duitnya udah banyak, aku akan biayai kuliah kedokteranku sendiri. Aku tahu, begitu berat dana yang harus ditanggung oleh orang tuaku. Sedangkan aku masih punya adik yang begitu banyak juga dana yang harus disiapkan. Aku ga mau ngebebanin mereka. Sama sekali ga mau.

Dan sekarang aku sama sekali ga takut kalo ga lulus. Aku yakin Allah punya rencana yang indah buatku. Sangat indah. Dan aku belum tahu itu apa. Tapi aku yakin itu kan jadi nyata.
Alasan kedua, untuk sekarang aku berpandangan bahwa kuliah yang kujalani kemarin (FKM) dan fakultas-fakultas lainnya ga begitu sesuai dengan pandanganku. Bukan ga bagus loh, tapi ga sesuai dengan pandangan hidupku.

Aku memang senang berhubungan dengan masalah kesehatan (karena itu aku pilih Fakultas Kesehatan Masyarakat). Di FKM kita diajarkan untuk mensosialisasikan menjaga kesehatan itu lebih baik daripada mengobatinya. Sangat bagus.

Namun, suatu hari di gramedia, aku mendapat buku yang sangat bagus sekali. Judulnya Selamat Tinggal Sekolah. Disitu aku mulai berpikir, kalo belajar itu ga harus melalui bangku sekolah. Karena hakekatnya belajar itu bisa dimana saja dan kapan saja. Kalau boleh saya bilang, belajar di sekolah dan perguruan tinggi itu hanya mengejar ijazah. Untuk mendapat legalitas. Karena, untuk mencapai idealisme sekolah dan perguruan tinggi untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas hanyalah isapan jempol belaka. Dan sangat sedikit yang mencapai kondisi idealis seperti itu.

Dan aku pernah masuk dalam komunitas itu –sekolah- dan Anda juga pernah kan? Aku ngeliat orientasi para pelajar dan mahasiswa belajar di sekolah, adalah sekedar mendapat nilai. Nilai yang menurut guru kita adalah segala-galanya. Karena orientasi pendidikan kita adalah mengukur kemampuan. Bukan mengembangkan kemampuan. Jadinya, banyak temen-temen –kadang saya ikutan sih- nyontek, ngerpek(bikin catatan kecil), pake sms, dan seribu satu cara lainnya yang sangat beragam dan sulit diketahui oleh guru.
Inikah yang kita inginkan dari para pemimpin kita kelak nanti. Ah… aku sangsi mereka akan jadi baik kalo di sekolah aja nyontek.

Dan sekarang aku sudah merasakan hakekat belajar yang sesungguhnya. Tanpa tekanan, namun tetap ada target. Setiap hari sehabis bersih2 rumah di pagi hari aku udah belajar. Setiap 30 menit aku istirahat 5 menit. Sampai waktu zuhur tiba. Abis itu aku tidur siang ampe ashar. Abis itu kadang aku keluar. Kadang ke mal, taman, pantai, warnet ataupun kafe buku. Pokonya waktu sore itu aku manfaatin buat nyari ilmu yang lain. Trus abis isya aku belajar lagi sampai jam setengah sebelas. Biz itu nonton TV (tau kan acara apa? Empat mata yang lucu abiz). Trus sambung belajar lagi ampe jam dua. Trus tidur dan bangun lagi di subuh hari. Begitu seterusnya. Dan aku ga ngerasa tertekan ataupun terbebani. Aku begitu enjoy dan fleksibel. Dan dampaknya aku bisa lebih berkonsentrasi untuk belajar. Mungkin inilah makna sebenarnya dari kata “belajar” yang selama ini aku cari. Ini dia…
Mudahan tulisan ini bisa menjawab pertanyaan temen-temenku yang selama ini bingung dan kaget akan keputusanku untuk berhenti kuliah. Mudahan kalian sukses dengan dunia kalian. Dan saya yakin, tiap orang punya pendirian dan pemikirannya masing-masing. Dan aku sangat menghargai itu. Pesenku, belajarlah dengan giat. Bukan belajar karena ada nilai ya. Karena nilai itu adalah kompensasi atau hadiah dari usaha belajar kita. Ok bro….
Jangan lupa, kutunggu comment nya ya….

Fadli Wilihandarwo

Medical Student, Entrepreneur, Blogger, Graphic & Web Designer

18 Comments

  1. sy irma, alumni fkm unhas angk.2000. nggak sengaja sy dpt webmu yg keren ini. commentku, salut dech untuk km yg msh sgt muda tp pemikirannya jauh kedepan. sbg alumni fkm, sy bangga sempat punya ade’ junior ky km. klo menurut sy, org ky km emang gak cocok di fkm -dlm arti positif lho-feelingku said that km pasti bakal jd org sukses kelak -amin- so keep fighting boyz..

  2. Fadli Wilihandarwo Reply to Fadli

    Makasih ya kak dah sempat berkunjung kesini. Makasih atas dorongannya.. Mudahan aku bisa terus berprestasi walaupun udah ga duduk di bangku kuliah lagi. Mudahan juga bisa terus bermanfaat bagi orang-orang disekitarku. kakak juga, semangat untuk terus berjuang ya… Salam ma senior2 di FKM.

  3. Dli… Klo soal2 coba kunjungi:
    http://www.spmb-lover.co.nr

    Itu forum yg saya dan teman2 bikin…
    Isinya ada soal2 SPMB, ada juga thread2 sekedar iseng atau santai. Hehe…

    Moga diterima yah! :)

  4. Dulu saya juga ‘terjeblos’ ke salah satu Institut di Bogor (hehehe,.. emang cuma satu yah?) setelah saya jalani ternyata gak sesyaui dengan apa yang saya harapkan.

    Saya hengkang dan akhirnya keterima di Gajah Mungkur. Usaha yg paling keras adalah meyakinkan orang tua. Karena ortu dah invest uang selama setahun lebih untuk kuliah saya, dan nilainya gak kecil. Rugi umur juga sih,..

    Salut kamu sudah berpikir maju. Maju untuk menang. Semoga cita2nya tercapai yah!

  5. ga nyangka aku bisa masuk di blog kamu, tadinya pengen nyari referensi untuk membuat karya tulis, pas lagi buka google ketemunya blog kamu
    aku salut dengan langkah yang kamu buat demikian juga dengan pemikiran kamu dan yang paling salutnya lagi adalah ternyata di tarakan pulau kecil yang berada di utara kaltim ada seseorang yang seperti kamu
    aku pikir orang2 yang hebat bikin blog itu cuma di jawa sono
    skali lagi sukses buat kamu….

  6. @fendy
    Thanks ya udah berkunjung kesini…
    Darimana seseorang itu ga penting, yang penting apa orang itu bisa berkompetisi apa tidak. Tak selamanya orang2 dijawa itu lebih baik dari orang-orang yang berada jauh dari sana / daerah terpencil. Karena biasanya dengan terpencilnya itu, orang bisa lebih kreatif…
    Thanks atas doanya ya…

  7. seru juga..selamat berjuang ya Fadli.. :)
    banyak jalan utk sukses..
    tp satu yg pasti, berusaha :)

  8. Nampaknya kita punya kisah yang sama sekarang ini. Yuuk berjuang! ;)

  9. assalamu alaikum

    saya jd pengen bisa kayak mas. yang berjuang supaya bisa ngedapetin cita2nya mas. terimakasih banyak ya atas artikelnya, dengan artikel2 sampeyan saya jd niat terus berusaha belajar supaya bisa ngedapetin cita2 saya. nggak cuma sekedar niat lo.
    doanya juga ya mas

    wallahulmuafiq ilaa aqwaamit thariq
    wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatu

  10. sekolah,,, hmm sesuatu yang sanngat angker. kata-kata yang mengandung aura mistis. di pelosok sana banyak orang yang kepingin sekolah. tapi karena tiada biaya apa dikata. di sebelah rumahku ada orang yang kepingin kuliah. tapi apa daya adiknya banyak yang belum lulus sekolah.

    temanku juga ada yang di DO kuliah. bukan karena kemauannya. tapi karena sistem. tapi….

    tapi anda….

    sutra lah… :(

  11. @Si Catra
    Aku bukan bermaksud menyia-nyiakan ksempatan untuk kuliah yang udah kudapatkan. Ini hanya masalah pribadi aja. Ini pola pikir ku yang tak sejalan dengan pikiran sekolah. Hanya itu..

    Jangan karena hanya membaca artikel ini langsung men-judge saya. Baca dulu tulisan saya yang lainnya yang bertema sama.

    Ketik aja di box pencarian sebelah kiri atas kata “kuliah”. Silahkam baca artikel2 itu. Mudahan akan memberikan gambaran yang jelas….

  12. terus terang saya sangat terharu dengan kisah sampean , inini, ini sangat sangat mirip bahkan hanpir sama dengan kisah yg sampean jalani . saya lulusan th 2007 sma. dan saya harus keluar ketika kuliah baru 3 bulan karena tidak sesuai yg saya harapkan . dan keputusan pahit ini memang harus saya ambil. sekarang saya juga tengah belajar materi sma yg selama ini sya teledor.saya menyibukan diri dg hal-hal lain sewaktu sma. dan sya lagi-lagi harus gagal spmb tahun ini ,2008. dan tingal1 kesempatan lagi. saya ingat perjuanganku yg berat walaupu n waktu itu penuh dg keraguan .dan sekarang say a telah memetik banyak pelajaran yg luar biaa dari perjalanan saya. sebagai orang yg sangat bersimpati saya sngat ingin berbagi info , mohon, saya minta tolong pada saudara untuk membuka situs ini yg snagat menakjubkabn http://www.winwenger.com dan bacalah buku berjudul, beyond teaching and learning karya dr.Win Weger yg sudah di jerjemahkan dalam bahs indonesia, terbitan Nuansa bandung. Salam SuKsES LuArBiAsA.

  13. makasih atas blognya.. aku salut bgt dg artikel2 kamu.. bener!!! makasih…
    banyak sesuatu yg bisa aku petik di blog kamu.. sungguh sekali lagi aku saluuut buat kamu..

  14. salut, luar biasa! saya yakin pastiny tidak mudah memilih sebuah jalan yang sebenarnya masih tidak umum di masyarakat kita, tapi anda sudah melakukannya. sukses terus ya :)

  15. tak sengaja berkunjung ke sini setelah beberapa jam blogwalking. Salut deh, saya merasa telat ngeblog. Ini postingan 2007, sekarang dah 2010. Ckckck… smangatlah…

  16. wuih wuih…untuk ngebayangin diposisi anda saja sudah agak susah, gimana dengan keluarga? apa emang udah ada dukungan untuk kepusan yang anda ambil itu?

Leave a Reply