Kado untuk Sekolahku
Sudah 42 tahun sekolah ini berdiri. Selama waktu itu pula, sekolah ini telah mendidik ribuan siswa-siswinya. Begitu banyak yang telah menjadi sukses di bidangnya masing-masing. Sekolah ini telah memberikan kenangan yang indah bagi mereka, kita dan aku. Lantas apa yang bisa kita lakukan di hari ulang tahun ini ?
Seperti layaknya manusia, ulang tahun selalu diikuti dengan perayaan. Entah itu secara sederhana atau kadang malah berlebihan. Yang jelas menurut sebagian orang, kalo ulang tahun itu, harus dirayakan dalam bentuk pesta. Yah, setidaknya agar orang sekitar tahu bahwa ada seseorang atau sesuatu yang sedang bertambah umurnya. Sambil memberikan salam dan kado untuk “si dia” yang sedang berulang tahun.
Bagi sebuah sekolah, kado yang bermakna bukanlah sebuah hadiah yang di simpan dalam sebuah kotak sepatu dan dibungkus oleh kertas kado bermotif kotak-kotak dan diikat dengan pita, sama sekali bukan. Kado yang diberikan harus bisa membuat semua orang merasa memilikinya. Kado apa ya yang cocok ?
Setelah berpikir sedikit…
Aha ! aku punya ide. Gimana kalau hadiah itu adalah prestasi. Ya, P R E S T A S I. Aku melihat, prestasi sekolah ini agak menurun (boleh donk dikritik), dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Indikator yang dipakai bisa bermacam-macam. Kalau mau gampangnya, ya prestasi di tingkat propinsi, nasional dan internasional. Malah kalo boleh aku persempit, prestasi di tingkat nasional dan internasional.
Kok propinsinya dihilangkan ? Ya, sekolah ini bukan lagi sekolah kacangan yang prestasinya hanya berputar di tingkat propinsi aja. Bukan itu lagi target kita. Prestasi nasional dan internasional adalah tujuan baru kita. Dunia sudah berubah. Tidak ada lagi alasan yang membuat kita terus kalah. Internet sudah luas, begitu juga dengan buku-buku (kan udah ada Gramedia di Tarakan). Jadi alasan untuk kalah dan takut berkompetisi hanya milik pecundang yang ga pantas sekolah disini.
Aku pengen banget, pas pagi hari sambil minum Milo hangat, aku ngebaca di koran Kompas yang kulanggani, ada tag line besar di halaman depannya, “Juara Baru Olimpiade Fisika Internasional itu Dari SMA Negeri 1 Tarakan”. Apa aku hanya bermimpi dan berangan ?
Bisa ya, bisa juga tidak. Setiap orang boleh punya mimpi. Dan gratis pula. Tapi mimpi yang baik adalah mimpi yang berusaha untuk diwujudkan dengan usaha. Walaupun mimpi itu seperti mimpi kita untuk melakukan perjalanan antar bintang. Yang bagi sebagian orang sangat berat dan hampir tidak mungkin dicapai.
Namun, kadang sebuah prestasi tidak bisa diukur dari sebuah perlombaan. Ketika siswa di SMA Negeri 1 Tarakan mampu mendapat nilai di atas standar kompetensi, aktif di organisasi, waktu senggang diisi dengan kegiatan membaca, hobi menulis, memberi salam ketika berpapasan dengan guru, tidak terjadi perkelahian di sekolah, menghargai hasil jerih payah guru, itu sudah cukup di katakan berprestasi. Malah, aku pikir prestasi massal seperti inilah yang lebih membanggakan ketimbang mendapat medali emas pada olimpiade fisika internasional.
Apalah artinya jika hanya segelintir orang saja yang berprestasi, lantas yang lainnya sama sekali tidak berprestasi. Akan sama donk dengan dunia di luar sana yang begitu banyak di demokan orang-orang tentang jurang yang sangat lebar antara si kaya dan si miskin, si pintar dan si bodoh.
Sekolah ini ingin membentuk keterjalinan persaudaraan yang kuat. Dimana yang pintar membantu yang kurang pintar. Yang kaya membantu rekannya yang kesulitan membayar SPP. Alangkah indahnya sekolah seperti itu. Jadi, mari mulai bermimpi dan mencita-citakan segala hal yang kita inginkan tentang sekolah ini. Tapi pesanku, bermimpinya satu malam ini aja. Karena besok pagi, ketika matahari terbit, kita harus bangun dan menjalankan mimpi itu. Jangan ditunda dan jangan menunggu orang lain. Bangunlah lebih dulu…
Mau memberikan kado juga buat sekolah ini ? Tulis aja mimpi yang kamu inginkan terhadap sekolah ini di kolom komentar. Itu sudah cukup menjadi hadiah yang terindah buat sekolah ini…
Selamat Ulang Tahun semuanya …
Tagged:








