Ditulis tanggal 15 August 2007 pukul 08:08 oleh Fadli Wilihandarwo

Mewujudkan Tarakan Cyber City dengan Wajan Penggorengan

Uncategorized

Wajan InternetTarakan menjadi Litlle Singapore atau sekalian menjadi The New Singapore, merupakan sebuah tujuan yang mulia dari kota ini. Cita-cita ini tentu saja bukan omong kosong belaka. Kota ini sedang berbenah untuk menuju kesana. Bagi yang jarang pulang ke kota ini, seperti saya, ketika kembali ke sini selalu saja ada yang berubah. Tentu saja yang berubah adalah wajah kotanya.

Kota ini semakin giat membangun berbagai bangunan fisiknya. Seakan-akan ingin menegaskan bahwa kota ini harus segera menjadi The New Singapore. Bangunan-bangunan tinggi semakin sering mengisi lahan-lahan di pulau ini. Ikon-ikon kota terus dibangun, begitu juga dengan taman kota.

Ada salah satu hal yang harus kita buat lagi agar The New Singapore itu bisa terwujud. Yaitu menjadikan kota ini sebagai Cyber City. Konsep Cyber City ini adalah sebuah kota yang didalamnya kita dengan mudah menemukan berbagai perangkat teknologi informasi dalam kegiatan rutin warganya. Biasanya, yang menjadi tolak ukur sebuah kota cyber adalah akses internet.

Sekarang, akses internet merupakan sebuah keharusan dari sebuah kota. Karena dengan internet kita akan mudah berkomunikasi dan mencari tahu hal-hal dari belahan dunia manapun. Dengan internet, kita akan memasuki sebuah dunia tanpa batas dan tanpa sekat. Tentu saja, kita harus bijak menggunakannya. Teknologi selalu saja bermata dua. Tergantung dari pemakainya.

Internet mulai berkembang di Tarakan sejak tahun 2000an. Waktu itu saya masih SMP. Dan masih sedikit warnet yang didirikan pada masa itu. Waktu itu harga sewa internet juga masih tinggi Rp 10.000,- per jam. Mahal banget kan ? Tapi seiring berjalannya waktu, jumlah warnet di Tarakan sekarang meningkat. Dan yang menyenangkan, harga sewa per jam nya juga diturunkan. Rata-rata sih Rp 5.000,- per jam. Lebih mahal sedikit daripada harga sewa di Makassar yang rata-rata berkisar Rp 4.000,- per jam kalo siang hari dan Rp 2.000,- per jam jika lewat tengah malam.

Area-area hotspot yang menghadirkan internet gratis pun mulai bermunculan. Diawali dari hadirnya fasilitas internet gratis di Taman Oval Ladang, para pengguna laptop di Tarakan bisa mengakses internet gratis sekaligus menikmati roti panggang dan jus alpukat di taman yang dibangun oleh pemerintah ini. Tidak hanya dinikmati oleh pengunjung taman, bahkan saya sempat mendengar, bisa dimanfaatkan juga oleh SMP dan SMA Muhammadiyah yang berada sekitar 100 meter dari taman itu dan beberapa rumah di kawasan Ladang.

Jujur, aku sangat iri banget dengan orang-orang yang tinggal di seputaran Ladang yang bisa menikmati akses internet gratis melalui laptopnya. Seandainya di kawasan Kampung Bugis, tempat aku tinggal juga tersedia. Wah alangkah bahagianya aku. Dan mungkin banyak warga yang menginginkan akses internet murah bahkan gratis hadir di rumahnya masing-masing. Tak lain tujuannya adalah agar bapak, ibu, anak, nenek, kakek, dan tetangga sekalipun bisa melek dengan teknologi.

Mungkinkah menghadirkan akses internet gratis di seantero Tarakan ?

Jawabannya. Sangat mungkin !

Beberapa tahun yang lalu mungkin saya masih bodoh dan tidak paham dengan internet. Namun seiring berjalannya waktu, melalui membaca buku-buku dan literatur di internet, saya sedikit mengetahui pengaplikasian teknologi wireless untuk mengakses internet dengan murah. Bahkan gratis !

Mungkin tak akan terbayang di benak kita, kalau dengan sebuah wajan penggorengan yang biasa digunakan oleh ibu-ibu untuk memasak dapat digunakan untuk mengakses internet. Tapi percayalah, hal itu bisa dilakukan. Tujuan penggunaan wajan ini adalah untuk meminimalkan biaya yang digunakan untuk membeli antena parabola agar bisa terkoneksi dengan internet. Harga sebuah antena parabola untuk mengakses internet bisa mencapai jutaan rupiah. Namun dengan wajan penggorengan ini, harga bisa ditekan hingga Rp 300 ribu saja. Tentu saja ini solusi yang murah. Bahkan sangat murah.

Wajan ini dipasang di rumah warga yang ingin mengakses internet dan diarahkan ke menara-menara akses point yang menyediakan akses internet (seperti menara akses point di depan Kantor Camat Tarakan Tengah di Ladang). Sebenarnya wajan ini berguna untuk memperkuat tangkapan sinyal internet yang dipancarkan oleh akses point. Fungsinya tak jauh beda dengan perangkat WiFi di laptop. Kalau perangkat WiFi biasa, hanya bisa menjangkau jarak 100-200 meter saja. Namun dengan perangkat wajan yang sudah dimodifikasi ini, bisa mencapai jangkauan hingga 4 KM. Tentu saja jarak ini tergantung kondisi lingkungan sekitar. Misalnya adanya gunung atau pohon penghalang.

Lantas apa hubungan dengan terwujudnya konsep “Tarakan Cyber City” ?

Nah, disinilah perlunya dukungan pemerintah bersama pihak swasta (dalam hal ini provider internet) untuk menghadirkan menara-menara akses point yang tersebar merata di seluruh kota. Dengan pengaplikasian “internet wajan” ini, kita bisa memaksimalkan jarak antara satu akses point dengan akses point yang lain. Yang biasanya harus berjarak 300 meter, bisa dimaksimalkan menjadi 5 kilometer. Sehingga bisa mencakup seluruh wilayah kota Tarakan.

Rasanya belum ada kota di Indonesia yang bisa memberikan akses internet wireless melalui perangkat WiFi ke warganya secara menyeluruh dalam satu kota. Mungkin karena kota-kota tersebut sangat luas (seperti Jakarta, Surabaya, Makassar) sehingga dibutuhkan biaya yang besar. Nah, Tarakan kan ga seberapa luasnya. Kalau saja hal ini bisa diterapkan, maka gelar “Kota Cyber Pertama di Indonesia” bisa disandang oleh kota tercinta kita ini.

Ya, mudahan artikel ini bisa dibaca oleh Pak Walikota. Dan tidak hanya di baca saja, tapi langsung diaplikasikan. Sehingga ketika nanti saya pulang kampung ke Tarakan, dan menghidupkan laptop saya, “trinngg !” akses internet wireless langsung terdeteksi. Mudah-mudahan..



Tagged: 

24 Responses to “Mewujudkan Tarakan Cyber City dengan Wajan Penggorengan”

  1. Rusly Says:

    Sebenarnya kalau mau mewujudkan Cyber City, seharusnya dari sisi Penyedianya yang mendekati ke User, maksudnya bagaimana seandainya se-Kota Tarakan masuk dalam cover area Signal, hehehe.. Kan Hebar tuch

  2. Fadli Wilihandarwo Says:

    Yah, apapun caranya.. Mimpi ini harus segera terwujud.
    Apapun itu. Karena saya tahu begitu banyak orang-orang pintar dari Tarakan, entah yang sedang berada di Tarakan maupun berada di luar Tarakan. Dan mereka bertanggung jawab atas kepintaran mereka itu.
    Buat sesuatu untuk rakyat Tarakan

  3. Mukhyar Fandy Says:

    Amieen..
    Wah kalau bener2 terwujud tarakan bakal keren Abiesz daH pooKook E MaknYus..
    2 thumbs up 4 your web

  4. Adi Says:

    Bagai mana cara membuat-nya dan ada kelemahanya tida…

  5. Fadli Wilihandarwo Says:

    Tuk Adi :
    Cara membuatnya mudah kok. Kita hanya perlu menyiapkan usb wireless. Trus kita modifikasi sedikit dengan penambahan wajan atau kaleng untuk memperkuat sinyal. Adi ada di mana ? Kalau kamu ada di Makassar atau Tarakan, tunggu aja workshop tentang internet wajan dan kaleng yang Insya Allah akan saya adakan sepulang dari Swiss nanti. Nanti disitu akan ada praktek langsungnya…
    Trus kelemahannya dari segi penampilan aja kok. hehehe soalnya kan pake wajan… tapi entar kan bisa di percantik dengan cat..

  6. hengki Says:

    wah…bagus banget tuh ide nya bos….
    saya jd tertarik.
    saya berada di sambas kalimantan barat g susah akses internet…
    ajari saya donk cara & alat bikinnya….
    email saya yach…
    salam kenal

    hengki

  7. Fadli Wilihandarwo Says:

    Ok, entar sy kontak km lwt email

  8. adi Says:

    wahh..saya dari tarakan,lagi disurabaya skrg..browsing2,saya menemukan blog ini.saya senang ada org punya pkiran ttg ini.hmmm..ditarakan baru ada 1 provider swasta yaitu basecamp.tapi itu masih terlalu kuat untuk mengcover tarakan.semoga dengan kemajuan zaman.serta pemikiran-pemikiran maju orang di tarakan,membuat tarakan dapat maju serta menambah fasilitas internet yang bisa mengcover seluruh tarakan.dan 1 lagi,semoga para provider yang akan masuk ditarakan tidak semena-mena memasang tower-tower mereka nantinya yang menggangu sesuatu hal.

  9. adi Says:

    ralat
    * masih tidak terlalu kuat…

  10. indramai Says:

    mas fadli sy pingin buat antena wajan ,untuk internet,tolong mas email kesaya bahan yang diginakan dan peralatan yg dipakai,komplit cara membuatnya dan photonya
    sy tunggu emeilnya ya mas

    regard

    indramai
    batam Island

  11. hasnil Says:

    mas.. boleh dong sharing buat wajan internetnya ke saya.. terima kasih

  12. Triyono Says:

    Mas fadli, saya juga dikasih dong infonya tentang bagaimana cara membuat antena tsb, email saya please. thanks

  13. aspen rizal Says:

    tolong beritahu sy bagaiman cara membuatnya, sy tinggal di pondok ungu permai sektor v N9/12A Bekasi Rt04/25, sy sekarang pakai starone untuk aksesnya.sy sdh lama ingin memilikinya gimana caranya, kalau sy beli da siap pakai harganya berapa, trims.

  14. kelix Says:

    Dibekasi bagian utara ada hotspot yang gtaris nih, tepatnya di IEC Taman Harapan Baru, coba bikin WajanBolic Aja trus coba tembak kesana. ane lagi nyoba, lokasi ane jg di PUP.

  15. Anas Says:

    Wah bs diemail ke aku ya skalian pilihan akses poin yg murah n cara settingnya. Kira2 total habìs brp Rp yach. Thx.

  16. fendy Says:

    wah asik tuh li kalo di tarakan semua tempat bisa akses internet gratis
    cepet aza kamu balik trus bikin tuh wajan internet

  17. jidky Says:

    Saya jidky…kbetulan mampir disitus ini , baca artikel ny anda. menaarik sekali, soalnya kondisi ini sedang saya alami, dkt kosan saya ada WIFI cuma signal ny kurang kuat gitu deh, jd cuma bs chating doang..Cara buat wajan itu gmn ..?
    biar signal nya kuat ktmpt saya..
    thanks.

  18. kukum Says:

    artikelnya sangat menarik, bagaimana perkembangan cyber city di tarakan apakah sudah terealisasi. Ngobong2 definisi cyber city yang lebih detilnya bagaimana ya…? please share more info about this tks…..

  19. Haidar Says:

    Mas q juga minta crny bkn antn wajanny y
    Tak tunggu emailny y trims!

  20. Muhammad amin Says:

    salam sukses.
    saya tinggal di kampoeng . pingin tau cara pembuatannya serta alat dan bahannya. mohon di kirim ke email saya .trims smoga usaha bapak bisa memajukan bangsa ini.

  21. mbah gambreng kalimantan timur Says:

    jika membuat dengan pengorengan sen\baiknya jangan mengunakan nama WAJAN ATAU PENGORENGAN.malu dilihat leh dunia luar.itu memang bagus buat replektor penangkap sinyal.cuma perlu perhitungan untuk ,masing2 frequency nya.

    godlock

  22. dulgandul Says:

    cara buatnya banyak kok di internet, googling aja. dan ada juga yang menjual dan siap pake. cuma atut nanti capek2 buat/beli tapi tangkapannya lemah.

  23. dulgandul Says:

    mending pake kartu gsm gratisan aja, cuma modal kompi+kartu gsm apa aja he..he..he

  24. genderANG Says:

    YAH,,,,,,DAH GANTI WALIKOTA ,,,,,,,,,,,,,,GRATISAN NGENETNYA JUGA DI PUTUS,,,,,,,,,,,,ALASAN BELUM BAYAR PAJAK,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, PARAH

Leave a Reply