Bangsa ini Punya Apa ?
Malam ini jam di komputerku menunjukkan pukul 01:56. Mata belum ngantuk sih, karena tadi dah tidur siang. Iseng-iseng ngetik artikel ini aja buat ngisi blogku. Ya, nulis-nulis artikel sekarang udah jadi hobi baruku. Ada perasaan tenang ketika menulis. Karena aku bisa menumpahkan segala kegelisahanku lewat tulisan.
Kali ini aku mau nulis kegelisahanku tentang negara ini. Apa yang masih dipunya bangsa ini ? Minyak bumi ? Gas ? Barang tambang ? Air ? Komunikasi ? Buruh ? Mari kita cek satu-satu.
Minyak Bumi dan Gas
Semua juga udah tahu, kalau “kekayaan andalan” bangsa ini hampir seluruhnya dimiliki oleh pihak asing.
- LNG di Bontang Kaltim, dikuasai oleh PT. Badak NGL (Perusahaan Jepang)
- Minyak di daerah Kalimantan dibagi-bagi antara TOTAL, CNOOC (Cina), Shell Royal Deutch (Belanda)
- Daerah Riau (jumlahnya sekitar 350 ribu barel per hari) dikuasai oleh Caltex yang sekarang telah berganti nama menjadi Chevron Texaco
- LNG di Lhokseumawe NAD dikuasai oleh ExxoMobil Coorperation (pernah menjadi produsen LNG terbesar di dunia)
- Minyak di lepas pantai timur Sumatera dibagi-bagi antara ExxonMobil, TOTAL, BP, Chevron Texaco
- Ini juga kerugian bangsa kita (bisa disebut bodoh juga), minyak di Cepu (potensi sekitar 5 milyar barrel) dikuasai oleh ExxonMobil
- Dan ini yang paling gila, LNG di Pangkalan Tangguh Papua dikuasi oleh BP (padahal produksi dari tempat ini akan menjadi yang terbesar di dunia..)
Pertambangan
Dulu sewaktu SD aku pernah mendengar dari guru IPS kalau negara ini mempunyai kekayaan barang tambang yang sangat berlimpah. Bangga waktu itu. Bangga sekali.. tapi setelah aku tahu, rasa bangga itu mulai luluh, tergantikan oleh kesedihan yang mendalam (ciieeee !! bukan sok puitis loh ya…). Ini faktanya..
- Emas di Tembagapura Papua dikuasai oleh Freeport-McMoran (tahukah anda bahwa produksi emas dari tempat ini adalah nomor 2 terbesar di dunia, hebatnya dalam perjanjian bangsa kita cuma dapat 10 % tetapi mungkin lebih kurang dari itu)
- Tembaga dari Tembagapura mungkin yang terbesar di dunia, juga dikuasai oleh Freeport-McMoran
- Nikel di Soroako dikuasai oleh INCO (termasuk penghasil nikel terbesar di dunia)
- Emas di beberapa tempat dikuasai oleh Newmont (perusahaan ini layak mendapat penghargaan karena memberikan penyakit minamata kepada penduduk kita di teluk buyat?)
- Timah : Indonesia adalah penghasil timah terbesar di dunia, seharusnya kalo bangsa kita pintar, kita bisa memainkan harga timah menjadi sangat mahal karena di tempat selain di Indonesia, sangat sulit menambang timah, tdk seperti di pulau Bangka, timah ada di permukaan tanah, namun sekali lagi kebodohan kita sendiri, cukong-cukong dari Singapura menggalakkan penambangan timah liar disana, sehingga pasokan timah overstock dan menyebabkan harganya anjlok?
- Aluminium di Sumatera dikuasai oleh Jepang. PT Inalum (perusahaan joint venture antara Jepang danIndonesia) yang memproduksi bauksit, terus-menerus merugi, betul-betul gak ada gunanya ini perusahaan, tolong dilenyapkan aja? gak tau itu uang pada kemana?
- Penjualan pasir ke Singapura belakangan ini, membawa daftar panjang kekesalanku malam ini. Beberapa waktu yang lalu aku membaca koran kompas, disitu disebutkan kalau pasir dari kepulauan Riau, Batam dan sekitarnya memiliki kandungan barang tambang berharga di dalam pasirnya. Barang tambang itu merupakan bahan-bahan superkecil atau bahasa kerennya nano. Dan jika bahan-bahan ini bisa diekstrak dari pasir, harganya bisa 1000 kali lipat harga pasir itu sendiri. Karena bahan-bahan ini sangat dibutuhkan oleh industri-industri nanoteknologi di seluruh dunia.
- Dan masih-masih banyak lagi pertambangan yg dikuasai oleh asing, dan seperti biasa, tidak memberi keuntungan buat bangsa kita, hanya memperkaya negara-negara pemilik perusahaan tsb?
Telekomunikasi
Sektor telekomunikasi adalah sektor yang paling cerah di masa depan, tetapi hebatnya yang menguasai telekomunikasi di INDONESIA saat ini adalah Singapura (indosat, telkomsel, im3, satelindo, satelit palapa kita => semua udah dibeli oleh Singapura, terima kasih kepada Tuan Laksamana Sukardi utk prestasi ini), Malaysia tak mau kalah setelah mereka membeli PT. Excelcomindo Pratama (XL). Sekarang masuk lagi Hongkong melalui Hutchison Telecom International yang di INDONESIA berlabel 3 (http://www.three.co.id).
Kesimpulan: Sektor telekomunikasi sbg sektor paling cerah masa depan dan juga sektor yg paling menguntungkan dikuasai oleh Singapura, Malaysia dan Hongkong.
Air
Mungkin di daerah lain tidak bisa merasakan apa yang di alami oleh warga Jakarta. Air saja dikelola oleh pihak asing. Asal tahu saja, PDAM di Jakarta dikelola oleh PT. Pam Lyonaise (perusahaan Prancis) dan PT. Thames (perusahaan Inggris). Coba kita berpikir sejenak. Air yang diambil dari sungai kita, terus yang mengerjakan juga orang kita, dan yang make air juga orang kita, trus yang senang dengan keuntungannya malahan orang luar. Dan hebatnya lagi, sejak dikuasai oleh perusahaan asing, harga air di Jakarta terus merangkak naik.
Jadi, apa yang masih kita punya ?
Memang benar bangsa kita memiliki banyak kekayaan alam yang berlimpah. Tapi kita tidak bisa menikmatinya. Ya, kita sekedar punya saja. Bisa dimisalkan kita memiliki sebuah rumah untuk dikontrakkan atau di jadikan kost-kostan. Kita menggunakan duit kita sendiri untuk membangun rumah itu, tapi uang sewa bulanannya diambil oleh tetangga kita. Ga adil kan ?
Mungkin kita hanya punya buruh. Buruh yang selalu saja dalam posisi tidak diuntungkan. Penundaan pembayaran gaji, pemutusan kontrak tiba-tiba, penganiyaan TKI di luar negeri, dan segudang kepedihan lainnya. Namun apa daya, cuma itu cara kita bertahan hidup.
Namun, saya pribadi masih punya satu hal lagi buat bangsa ini. Rasa memiliki. Yah, walaupun buruknya negara ini, saya tetap merasa sebagai orang Indonesia. Tidak hanya mencela, tapi juga harus memberikan solusi. Mudahan suatu saat saya bisa memberikan sumbangsih kepada bangsa ini. Sekecil apapun itu. Termasuk tulisan ini…
Tagged:






October 4th, 2007 at 22:16
sektor telekomunikasi kita sudah dikuasi asing, flag carrier PT.Telkom sebentar lagi menjelang kiamat, pemerintah melalui brti (antek menteri saudagar /Aburizal dan jk, sangat semangat menerapkan kode akses sljj, kode akses sljj dilakukan 1 tahun saja telkom langsung kiamat, saham telkom langsung anjlok, gembira lah pihak asing dan para birokrat saudagar itu….capek deh nengok indosiaku ini. gimana bro
October 5th, 2007 at 15:12
Yah.. bener brother…
Kalau melihat bangsa ini, rasanya udah kehilangan taring. Tapi kita jangan mencari kelemahan aja… Lebih baik kita mencoba mencarikan solusi buat bangsa ini. Do something for our country…
October 25th, 2007 at 11:16
Betul katamu teman, semua yang dimiliki negara ini sudah habis dijual kepada bangsa lain, nyaris tidak ada yang tersisa. Mungkin tinggal sampah, lumpur LAPINDO PORONG, luapan lahar Gng.KELUD, DLL yang tidak berharga itu yang tersisa.
Sebab hutannyapun juga sudah ditebangi dan dibabat habis sampai gundul oleh orang-2 srakah yang ingin memperkaya diri sendiri.
Itu semua akibat rusaknya ahklaq dan moral bangsa ini dan sdh sedemikian ambruk dan bangkrutnya tatanan hidup yang ada dinegara kita yang tercinta ini.Rasanya kita sdh tidak punya lagi figur pemimpin yang bisa kita teladani,kita hormati,kita anut dan yang bisa mengayomi. Apalagi Pemimpin yang bisa mengangkat harkat dan martabat bangsa yang notabene hidup dinegara yang subur makmur lohjinawi tata tentrem kertorahardjo tapi selalu tertindas dan sengsara seperti sengsaranya rakyat Indonesia pada waktu zaman penjajahan Belanda saat dulu ketika negara kita dijajah bangsa Belanda dan Jepang.
Sekarang negara kita sudah merdeka dan bebas dari penjajah tapi sadar apa tidak para pejabat tinggi negara itu bahwa negaranya dengan sangat terang-2 an sudah dijajah kembali.
Padahal model jajahannya sekarang ini lebih kejam,bengis,rakus,keji,jahat,dholim,biadab,dan lain-2 kata yang mungkin masih ada dan pas untuk mengatai kejahatan mereka.
Yaaach, kalau seandainya kita masih punya sesuatu dan sangat berharga mungkin hanya iman dan do’a saja.
Untuk itulah teman, dengan yang kita masih punya ini mari kita berbuat sesuatu yang sekiranya bermanfaat khususnya untuk diri kita sendiri dan
wabil khusus untuk bangsa dan negara ini.
Mudah-2an bangsa ini disejahterakan,dijaga dari kejahatan bangsa lain, dimakmurkan rakyatnya, dan dipelihara kerukunannya, persatuannya,kegotong-royongnya,keramahtamahannya dan lebih- 2
keimanan dan ketakwaaknnya terhadap Tuhan Yang Maha Esa. AminX3 Yrb.Alm,
Kiranya itu saja yang bisa saya sampaikan ada benar dan salahnya saya mohon maaf yang se-besar2 nya.
Wassalam,
November 2nd, 2007 at 13:20
Salam Kenal untuk Fadli,
Percaya deh, kegalauanmu, kegelisahan, kerisauanmu untuk Indonesia negeri kita semua. Bukan cuma Fadli sendiri yang rasakan, banyak orang yang masih “sehat”, yang punya penilaian serta analisa yang sama.
Mungkin yang bisa aku sampaikan, Indonesia saat ini, hanya mempunyai :
1. Utang yang makin numpuk
2. Kualitas SDM yang seadanya
3. Potensi konflik horizontal yang mudah sekali terjadi
4. dan banyak persoalan lainnya
Yang bisa kita lakukan saat ini, dan menurut aku paling mudah, “berusaha menjadi pribadi-pribadi yang “sehat” akal pikiran, dan dari situ kita bisa berusaha merubah lingkungan yang lebih luas”
Salam,
Widdi
March 14th, 2008 at 18:19
Bener b9T bRo…….
9w juga sediH ngeLiat bangsa ini…..Jangankan SDA kiTa yang dimakan pihak asing, SDM kiTa pun diinjak-injak sampai dengan kaLangan aRtis(yang biSa ngeTop muKa bLesteran). Kalo kYk gni aZa kita ga bisa membudayakan wajah alam dan budaya indonesia, bisa jadi semua rakyat kita malah jadi petani atau buruh kasar. Sedangkan direkturnya orang Luar sana. Bener gW kecewa bgt dengan sikap pemerintah kita yang baik bener dengan orang luar, tapi masyarakatnya sendiri masa bodoh
June 3rd, 2008 at 22:01
Bangsa Indonesia _ janganlah anda kesah dan hujat nasib bangsanya apalagi dirinya sendiri. Itu adalah yang paling extreme negative yang anda lakukan. Sebaliknya putar badan _ lihat bagaimana anda bisa lakukan perbaikan ?? Tidak mudah, bisa jadi tidak akan effektip ?? Coba lihat metode ini : Saya akan ajak anda semua dengan mental sederhana _ tingalkan bangsa anda dengan segala kemelutnya. Balik badan dan lihat bangsa anda dari jauh _ ternyata kemelut bangsa anda bukan hanya soal Migas, Emas Tembaga Pura 2008 dll ; kemelutnya sudah tertimpa sejak awalnya kejadian bangsa tersebut _ mau baca sejarah ?? bangsa Indonesia dari animisme, primitip dan berbudaya lokal dsb nya dengan Gajah Mada yang kesohor, Sriwijaya, dll; betulkah cerita sejarah tsb, siapa yang tulis dan edit ?? kemudian mengalami transisi diobrak abrik oleh koloni asing dalam periode yang sangat panjang hampir > 360 tahun ?? 7 generasi bangsa Indonesia sengsara berat. Kemudian merdeka dengan corat moratnya sejak 1945 sampai sekarang 2008.
Saya tidak akan debatkan soal bacaan sejarah _ tetapi relevansi bangsa dan sikap mereka yang namakan dirinya pemimpin bangsa dan rakyat Indonesia hari ini 2008, dapat kebaca bangsa Indonesia _ kebodohannya merata; dilihat pada hari ini dan bentang kebelakang; bisa ndak kebaca bangsa ini tidaklah ada menunjukan pintar2nya sejak dari dulu awalnya nya. Sejarah bangsa Indonesia dengan keagungannya ? bisa jadi tidak real, hanya tulisan wartawan dan salesman, seperti mirip iklan rokok yang anda saksikan tiap hari di TV atau pamplet jalanan. Kepintaran Indonesia lokal dengan sejarah Gajah Mada dan Sriwijaya yang menguasai sampai laut China Selatan, apa ya ?? Integritas sikap bangsa ini sangat diragukan lihat pimpinannya, rapuh masing2 mementingkan dirinya sendiri, dari dulunya ?? bisa jadi demikian. Jadi janganlah haeran, dengan komen anda bangsa ini memiliki apa ?? semuanya terlihat milik orang asing; ya demikian sudah dari dulunya juga demikian; kerajaan2 bangsa ini jika benar ada juga tidak pernah bisa atau ada persatuannya. Kerajaan2 kecil juga pada bubar, dan tidak dapat memaintain SUSTAINABILITY nya tidak lebih2 dari satu dua generasi ? Coba lihat hari ini business Indonesia _ tidak mempunyai harga diri dengan ETIKA yang utuh. Lumpur Sidoarjo _ Lapindo Brantas malah angkat kaki dengan tidak ada belenggu hukumnya, dan lain2 OK ??
Saya bertanya kebelakang: mengapa kebodohan tersebut membelenggu luas Indonesia ?? Saya dapatkan jawabannya ” Lacking Information / lacking education merupakan flaw misleading dalam concept; Lacking Information adalah lebih tepat dan ini bisa jadi effektip sebagai usaha menuju arah perbaikan.
Harapan _ saya termasuk anda semua, dengan komen yang relevan : saya melihat titik terang dengan dunia terbuka Information Technology hari ini, mari didik diri anda masing2 ( seperti Mas Fadli dengan kecerdasan Web Site Blog nya ) dan keluarganya dalam keutuhannya. Bacalah Information, bacalah yang banyak. Kalau anda umat Islam, bertanyalah sudahkan anda baca Information Qur’an ?? Kalau belum mari mulai baca sejak sekarang ini. Bangsa Indonesia 80% Islam, kalau belum baca information Qur’an, bagaimana bisa diharap 80% bisa jadi cerdas ?? Don’t you realize what you guys have been missing in your life , in this country ?? Kalau anda 20% Non Islam dan tidak tau Qur’an, then what ?? Saya ajak anda Find Out, apakah anda 20% non Islam tidak ingin tau Information Qur’an. Silakan it will be very exciting to explore yourself and Find Out; Semoga anda dapat menjadi cerdas dan baru dapat menunjukan focus kearah pembinaan bangsa yang cerdas. Jangan asal slogan doang seperti yang dicanangkan alm Soeharto dan pemimpin lanjutannya 2008; nyatanya sikap kepemimpinannya, apalagi sebagai orang Islam, sangat bertolak belakang dengan slogannya, yaitu berhasilnya Soeharto alm dan pimpinan lanjutannya menyumbangkan kebodohan bangsa ini utk selama 30 tahun plus sekarang ? _ lebih dari itu sejak awalnya dari zaman animisme dan primitip. 30 tahun kemarin hanya sambungan penghujung tahun sebelum 2008, dan hari ini dilanjutkan oleh pimpinan2 bangsanya yang kecerdasannya SEMU ?? atau tidak real dengan kata lain masih saja Lacking Information dan tetap saja dalam kebodohannya masing2.
OK Make some sense Guys ?? Please read and read more, keep reading man. Good Luck Guys !!
September 26th, 2008 at 16:44
Situs ini belum mantap.Kurang lengkap dan kurang jelas