Emang setelah jatuh cinta harus pacaran ya ?
Lagi…
Ini artikel tentang masalah cinta-cintaan ku yang kedua, dulu aku juga pernah membahasnya. Kali ini aku nulis lagi, karena sempat terganggu dengan beberapa foto FS salah satu temanku yang atas nama cinta rela nyium cowoknya.
Kalau kita bisa berpikir kritis sedikit aja, ketika sepasang manusia sedang jatuh cinta, mereka merasa sudah resmi dan terikat terhadap pasangannya. Dan ketika apapun dilakukan atas nama cinta, maka ia rela melakukannya. Sekali lagi atas nama cinta. Padahal kalau kita lihat, tidak ada ikatan yang sah yang membuat mereka boleh melakukannya.
Mereka bukan orang yang bodoh, malahan pintar banget. Tapi kepintarannya itulah yang digunakan untuk memberikan alasan-alasan dengan berbagai bahasa filsafat ala Kahlil Gibran misalnya, untuk membenarkan berbagai kesalahannya. Sungguh ironis.
Karena itu kita akan terus melihat bangsa ini terpuruk dan terus terpuruk. Anak-anak muda dibutakan oleh cinta. Menjadi mabuk lantas rela mati karena cinta itu pula. Cinta yang salah.
Perasaan jatuh cinta emang pernah menginggap sama siapa aja. Dan itu emang udah fitrah sebagai manusia. Allah memang telah memberikan rasa cinta itu kepada hamba-Nya sejak lahir. Namun apa lantas ketika rasa cinta itu muncul harus diwujudkan dengan pacaran ? Melegalkan hubungan mereka agar terlihat “resmi” dan “bebas” ngelakui hal-hal yang ga biasa dilakuin oleh teman biasa.
Ada jalan yang dianjurkan oleh Allah, menikah. Itulah yang dianjurkan, bukan malah pacaran. Malahan ada beberapa orang yang membuat istilah baru, yakni Pacaran Yang Islami ? hehehe masa’ kemaksiatan dibalut dengan Islam. Berarti boleh juga donk Judi Islami ? Gimana tuh…
Kadang juga bagi para “pacaranisme” (orang yang menyetujui pacaran), mereka berdalih bahwa pacaran adalah jalan untuk kenal-mengenal. Salah banget tuh. Kenal mengenal kok pake jalan yang salah. Entar ujung-ujungnya bisa salah loh..
Islam menyediakan solusinya yakni melalui khitbah. Entar dilain waktu aku akan membahas tentang khitbah ini.
Jadi, setelah jatuh cinta ga harus pacaran kan ?
Tagged:









November 2nd, 2007 at 9:29 am
bs aja cinta gk pacaran klo cintanya berpeluk sebelah tangan
November 15th, 2007 at 12:38 pm
jujur aku nda bisa mengerti sampai dimana cinta itu, hebatnya godaan cinta teman-teman,tidak sedikit orang yang tertular oleh virusnya, perasaan setan dan iblis sesungguhnya telah membayang dipikiran, walaupun dia abstrak, jujur aku beruntung dari dulu ingin sekali punya hubungan cinta dengan seseorang tanpa terlalu dekat ataupun bersentuhan dengan dia. ( cinta yang kumaksud sekarang percintaan remaja ala modrn )
November 15th, 2007 at 2:01 pm
Hai aa Jal dan Ian… Pa kbar… ? Salam ma temen2 ya disana… Kangen nih ma kalian semua…
Thanks udah komen disini. Jal, udah tepat yang u jalankan sekarang. Pertahankan…
March 20th, 2008 at 1:44 pm
wuaaaa…
kata2nya kerenzzz…
dah ngejawab pertanyaan Q tentang pacaran selama ne…
thankz dah mau bantu nyari tentang rasi 7 bidadari….
gara2 seminarnya kak fadli,Q jadi makin suka N selalu nunggu malam tiba…
hehehehehehehehe…
March 22nd, 2008 at 6:46 pm
Thanks udah mau baca post ini…
Yah, saling membantu itu kewajiban.. Selama kakak bisa..
Suka nunggu malam ya… awas loh entar jadi manusia malam
March 31st, 2008 at 9:56 am
[...] Emang Setelah Jatuh Cinta Harus Pacaran Ya ? [...]
April 23rd, 2008 at 6:45 pm
iia,
q stuju..
n cqrang q nyoba gag pcaran!
thanx iia atz pencerahannya!
April 23rd, 2008 at 6:46 pm
kren filsafat’a!
April 24th, 2008 at 2:23 pm
Alhamdulillah artikel ini bisa bermanfaat. Sering2 berkunjung ke blog ini ya lia…