Hasil dari Swiss (Bagian 1)

Maaf baru bisa online lagi sekarang. Soalnya aku udah di Tarakan, pulau kecil di ujung utara Kalimantan. Internetnya lumayan mahal jadi agak males ke warnet. (Maklum lagi penghematan nih).

Di posting yang pertama ini aku ingin berbagi hal-hal yang kudapatkan selama mengikuti kegiatan PBB kemarin di Swiss. Nih dia …

Kegiatan yang diikuti lebih kurang 600 peserta dari seluruh penjuru dunia ini diadakan di Centre International de Conference Geneva (CICG), Geneva, Switzerland (Swiss). CICG merupakan sebuah gedung konferensi yang cukup besar. Terdiri dari lima lantai, memiliki 20 ruangan, dan mampu menampung sekitar 2000 orang. Gedung ini terletak bersebelahan dengan berbagai kantor PBB diantara WHO dan UN-HABITAT.

Pada hari pertama kegiatan ini (24/9), acara dimulai sejak pukul 08.00. Kegiatan di pagi itu hanya diisi dengan registrasi ulang dan saling berkenalan antar peserta yang berasal dari berbagai negara. Acara pembukaannya sendiri baru dimulai sekitar pukul 13.00. Sedianya, kegiatan ini akan dibuka langsung oleh Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon. Namun dikarenakan pada waktu yang bersamaan sedang ada konferensi PBB untuk kepala negara di New York, Amerika Serikat, sehingga Sekjen PBB yang baru itu hanya mengirimkan naskah pidatonya yang dibacakan oleh Dr.Hamadoun Toure, Sekretaris Jenderal International Telecommunication Union (ITU).

Acara pembukaan tersebut berlangsung sampai pukul 14.30. Kemudian dilanjutkan dengan seminar-seminar. Materi pertama dibawakan oleh Abdul Waheed Khan. Assistant Director-General UNESCO ini membawakan materi tentang peranan pihak swasta dan komunitas masyarakat dalam berbagai kegiatan kepemudaan, termasuk dalam bidang ICT.

Berikutnya, diadakan diskusi yang dibawakan oleh H.E. Dr. Tarek Kamel, Menteri Teknologi Informasi dan Komunikasi Mesir. Beliau mengangkat tema tentang ?ICT Sebagai Alat Inovasi oleh Pemuda untuk Pemuda?. Disini dipaparkan berbagai hasil-hasil karya teknologi yang dibuat oleh pemuda dan dimanfaatkan oleh pemuda juga. Misalnya dengan kepopuleran Friendster dan YouTube. Dua situs ini dibuat oleh pemuda dan dimanfaatkan oleh para pemuda juga.

Pada sore harinya, diadakan marketplace. Yakni tempat setiap negara atau organisasi untuk berbagi pengalaman dalam pengembangan teknologi informasi dan komunikasi (ICT). Dan tiap organisasi tersebut diberikan satu ruangan khusus untuk didatangi oleh peserta-peserta lainnya. Saya tertarik dengan proyek yang dijalankan oleh Kafui Prebbie (sebuah organisasi nirlaba di Afrika), yang menggalakkan proyek ?Wireless dan Teknologi Open Source di Afrika?. Kita semua tahu bahwa negara-negara di Afrika termasuk negara-negara miskin. Dan ICT bukanlah menjadi fokus utama negara tersebut. Selain itu wilayah yang terpisah berjauhan menjadi kendala dalam pembangunan infrastruktur. Dan solusi yang ditawarkan oleh organisasi ini adalah dengan membangun jaringan wireless dan penggunaan software-software berbasis open source.

Jaringan wireless dipilih dikarenakan alat-alat untuk membuatnya sangat murah dan mudah didapat. Seperti yang sedang digagas oleh beberapa orang di Indonesia yang menciptakan antena wireless dari wajan penggorengan (wajan bolic / wajan e-goen). Selain itu, jaringan wireless bisa menempuh jarak yang cukup jauh. Sedangkan, dari sisi perangkat lunaknya, pemanfaatan sistem operasi dan software-software open source sangatlah membantu.

Bersambung besok ya…

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>