Ditulis tanggal 4 November 2007 pukul 01:11 oleh Fadli Wilihandarwo

Hasil dari Swiss (Bagian 3)

Pada hari ketiga ini, seperti biasa kegiatan dimulai pada pukul 09.00. Dan saya memilih untuk masuk di ruang 5. Sesi ini dibawakan oleh Ericsson, salah satu perusahaan besar telekomunikasi dunia. Mereka membawakan materi dengan judul ?Bagaimana kamu dapat menstimulus masyarakat berpenghasilan rendah ke arah masyarakat sosial dan ekonomi berkembang ??.

Judul yang menarik membawa saya ke ruangan ini. Sepertinya menantang saya untuk memecahkan masalah ini. Dan rasanya sangat cocok dengan keadaan di Indonesia. Diskusi ini dibuka dengan pertanyaan apakah implementasi ICT dibutuhkan di negara-negara yang masih kesulitan air dan makanan ? Sebuah pertanyaan yang cukup sulit. Namun setelah berdiskusi diambil kesimpulan bahwa ICT bisa saja tetap diaplikasikan

pada daerah-daerah seperti itu. Namun tentu saja fungsinya adalah untuk mendukung penyediaan kebutuhan dasar masyarakat setempat. Misalnya menggunakan teknologi GPS untuk memberikan koordinat daerah-daerah di pedalaman yang kekeringan, kemudian mengirimkannya kepada lembaga yang berwenang via sms dan pemerintah bisa segera menindaklanjutinya.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya berkutat pada masalah-masalah kebutuhan pokok saja. Mereka bisa menggunakan ICT dalam pemenuhan kebutuhan pokok mereka.

Sesi ini selesai pada pukul 10.30 dan saya memutuskan untuk tetap di ruangan tersebut untuk mengikuti sesi selanjutnya yakni dengan judul ?Social Networking for Youth-Led Development?. Materi dibawakan oleh TakingITGlobal. Sebuah situs komunitas yang cukup populer di kalangan pemuda Amerika dan Eropa.

Disini didemokan tentang pemanfaatan teknologi internet dan handphone untuk membagi cerita dan ide ke seluruh pemudia di dunia. Caranya bisa melalui sms atau telepon ke +1 212 824 6919. Nanti disana akan ada mesin yang menjawab telepon kita. Dan silahkan menekan nomor tuts untuk memulai merekam cerita kita. Semua rekaman kita bisa diakses di situs http://me.mepemepe.com . Kemudian didemokan juga hasil rekaman tersebut langsung di download kemudian dipancarkan lewat gelombang radio dan bisa didengar lewat radio manapun di seluruh dunia. Hal ini sangat bermanfaat untuk menyampaikan pesan kepada seluruh pemuda dunia dengan cara yang murah dan hemat.

Sesi berikutnya adalah sesi marketplace. Dan kali ini saya tertarik kepada materi yang dibawakan oleh MTV Amerika Latin. Mereka mempopulerkan ICT melalui program-program mereka. Para pemirsa bisa mengirimkan video hasil kreasi mereka kemudian di publikasikan lewat saluran TV khusus musik ini. Isi video mereka harus berupa kampanye terhadap berbagai masalah dan solusi untuk mencapai Millennium Development Goals (MDGs). Dan nampaknya cara ini cukup ampuh.

Dan sesi terakhir dalam rangkaian konferensi ini saya tutup di ruang 5 dengan judul ?Bagaimana ICT dapat membantu orang cacat dalam bekerja ??. Sebuah materi yang cukup menyentuh. Mengingat pembicaranya adalah orang-orang yang cacat. Ada yang tunanetra (buta), kehilangan anggota badan, lemah mental, dan lain-lain. Salah satu pematerinya adalah seorang yang kehilangan kedua belah tangannya, namun ia mampu mengetik dengan menggunakan kedua kakinya. Dan yang mencengangkan, ia sudah meraih gelar profesor di Argentina. Dia menyarankan agar para penyandang cacat tidak patah semangat. Lewat ICT, segala hal yang dulunya tak mungkin menjadi mungkin.

Ia juga menyuguhkan ide untuk penerapan Telework. Artinya bekerja dalam jarak jauh melalui internet. Mengingat orang-orang cacat terbatas dalam akses geraknya. Sehingga ia bisa tetap bekerja walaupun berada di rumah.

Akhirnya, rangkaian seminar ini ditutup pada pukul 18.30. Semua peserta berkumpul dan membuat deklarasi untuk berkomitmen mengaplikasikan apa yang didapat di seminar ini ke negaranya masing-masing. Dan ada kegiatan lanjutan terhadap kegiatan ini sebagai bentuk evaluasi, yakni ?World ICT Week 2008? yang akan dilaksanakan di Kuala Lumpur, Malaysia pada tanggal 18 ? 23 Mei 2008. Diharapkan seluruh peserta kegiatan ini sudah melakukan sesuatu di negaranya masing-masing dan melaporkannya pada forum di Kuala Lumpur.



Tagged: 

Leave a Reply