Menjadi ‘Artis’ yang ngetop di Dunia dan Akhirat
Mungkin kebanyakan dari kita udah pada nonton film yang cukup banyak dibicarakan saat ini, yaitu Ayat-Ayat Cinta. Begitu banyak hal yang bisa kita ambil dari film yang disadur dari novel karya Kang Abik ini. Pro dan kontra tentu aja pernah menyambangi film yang kata sebuah tabloid udah tembus angka 2,5 jjuta penonton.
Tapi bukan kefenomenalan film itu yang akan saya bahas di tulisan saya kali ini. Melainkan saya akan melihat dari sudut pandang si artis.
Pernah saya dengar di salah satu stasiun TV kalau Fedi Nuril (pemeran tokoh Fahri), yang terlihat begitu sempurna di film itu, tapi sejujurnya dia mengakui kalau di dunia nyata tidak bisa seperti itu.
Tulisan ini sama sekali bukan mengkritik ketidakbisaan Fedi Nuril mengaplikasikan apa yang diperankannya dalam film ke kehidupan nyata. Sama sekali bukan. Tulisan ini untuk bahan renungan kita semua, termasuk saya.
Kadang kita sering mendengar kalau alasan keprofesionalan lah yang membuat artis-artis bisa tampil all out dalam lakon-lakon di film mereka. Mereka akan mengerahkan segala daya dan upaya yang mereka miliki agar bisa memenuhi apa yang dimau sang sutradara. Bahkan, hingga disuruh nangis darah pun kalau bayarannya tinggi, mereka akan mau melakukannya.
Namun, di dunia nyata, kita akan banyak sekali melihat prinsip keprofesionalan ini seakan hilang ditelan bumi. Ga peduli apa itu artis yang udah mendapatkan penghargaan segudang ataupun pemeran pembantu yang sekedar lewat aja. Rata-rata sama aja. Mungkin termasuk juga kamu dan saya.
Padahal, yang mensutradarai lakon hidup kita bukan lagi sekelas Hanung Bramantyo ataupun sutradara-sutradara Hollywood. Tapi yang menyutradarai kita adalah Allah, Tuhan yang menciptakan kita. Lagipula bayarannya yang akan kita terima bukan lagi uang yang jumlahnya ratusan juta ataupun milyaran rupiah. Tapi dunia dan seisinya ! Subhanallah…
Masa’ sih kita ga mau bersikap profesional dalam melakoni sebuah panggung yang bernama ”Dunia Nyata” ini ?
Jadi, ga perlu lah kita menjadi artis yang banyak dikenal orang untuk menjadi top di dunia dan akhirat. Daripada entar apa yang kita perankan di dunia sandiwara akan lebih bagus dari dunia nyata. Naudzubillah… Jauhkanlah hamba dari perbuatan seperti itu, ya Allah.
Cukup hanya dengan menjalankan teks skenario yang udah ditulis langsung oleh Sang Sutradara, Allah SWT., yakni Al-Qur’an. Plus tambahan beberapa skenario tambahan dari manusia yang terkenal kesempurnaan akhlaknya, yakni hadits Nabi Muhammad Saw.
Dan gaji berupa dunia dan seisinya (bahkan lebih) akan kita dapatkan jika semua skenario itu bisa kita perankan dengan baik, dan profesional tentunya.
Nah, sekarang kamu siap jadi artis seperti itu ?
Tagged:









May 31st, 2008 at 2:59 pm
asyik dongks
May 31st, 2008 at 3:00 pm
kurang susah