Ditulis tanggal 6 April 2008 pukul 03:04 oleh Fadli Wilihandarwo

Belajar Tak Perlu dengan …

Inspirasi untuk menulis ini tiba-tiba datang begitu saja. Mungkin, kegamangan diri yang telah lama terpendam. Dan akhirnya bisa tertulis di blog bersahaja dan sederhana ini …*halah… :)*

Tak perlu dengan seragam putih abu-abu yang wangi lagi licin untuk belajar.
Tak perlu juga gedung-gedung berdinding tembok berlantai ubin putih mengkilap untuk belajar.
Tak perlu juga guru lulusan S1, S2, atau S3 dari Oxford University untuk membimbing kita belajar.
Tak perlu tablet PC seharga 20 jutaan yang terkoneksi dengan internet satelit berkecepatan tinggi untuk belajar.
Tak perlu lampu terang benderang berdaya 100 watt untuk belajar.
Tak perlu mobil sport keluaran terbaru yang setiap pagi mengantarkan kita ke sekolah untuk belajar.
Tak perlu.

Yang kita butuhkan hanya semangat membagi ilmu kepada orang lain.
Ya, hanya itu.

Dengan semangat itu, seragam lusuh nan apek yang sudah berubah warna menjadi kuning tak menghalangi niat kita untuk belajar.
Dengan semangat itu, gubuk reot berdinding anyaman bambu beratap daun kelapa mampu menjadi tempat kita berkutat dengan buku seharian.
Dengan semangat itu, orang tua kita yang tak lulus SD pun bisa menjadi guru privat paling hebat dan paling setia di dunia.
Dengan semangat itu, kertas bekas fotocopy-an yang kita pungut di tempat sampah pun bisa menjadi tempat menulis rumus-rumus dan tulisan-tulisan yang mampu mengubah dunia.
Dengan semangat itu, lampu minyak tanah dengan asap hitam pekatnya yang kita buat dari kaleng bekas minuman pun mampu menerangi belajar kita di malam hari.
Dengan semangat itu pula, walau hujan cukup deras di pagi hari kita tetap berangkat ke sekolah dengan selembar daun pisang yang menangui kepala kita.
Ayo Belajar !

Terinspirasi dari betapa susahnya hidup dan cara belajar bapakku dulu. Yang mencoba kuterjemahkan dengan caraku sendiri di masa sekarang.

Wuih ku lagi semangat-semangatnya belajar nih. Mudahan kali ini bisa lulus



Tagged: 

3 Responses to “Belajar Tak Perlu dengan …”

  1. Krisna Aditya Says:

    mantabbbbbbbbbb…setuju!!!!

  2. marsini Says:

    semangat memang bisa menghantap apa-apa yang sering dijadikan kendala.
    siiiip..!!

  3. richard Says:

    hal ini ternyata ada dasar ilmiah lo ,seorang pakar dari kenedy school of government mengatakan tlah banya k pencapaiandalam pendidikan masyarakat dewasa ini ,namun produktifitas total masyarakat tidak meningkat. pada zaman yunani kuno dengan sedikit basis informasi yg luas seperti iptek yg maju ,komunikasi instan ,internet yg kini memperkaya hidup kita,mampu menghasilkan banyak genius kelas dunia yg menjadi peletak dassar ilmu pengetahuan saat ini, hanya dengan beberapa ribu warga negara di athena ,bandingkan dengan 6 miliar penduduk bumi saat ini yang diajar secar didaktis .dan eropa dan amerika saat ini dg berbagai kelebihan iptek yg maju gizi basis ekonomi yg luas , dan tentu saja gizi . ini menjadi misteri dan tanda tnaya besar. perlu di ketahui mereka [orang yunani kuno]memakai alam semesta sebagai ruang kelas telinga untumk mendengar dan mulut untuk mengekspresikan persepsi merelka tanpa buku tanpa pena dll. setelah mereka pandai mereka menulis buku. sokrates pun mengajar di jalan-jalan ,lorong kota, dan berkeliing untuk mengetahui segala sesuatu ,mencari-cari orang yg mau di ajar. ingat juga aristoteles ,plato. juga miridnya. dan juga di sana lahirlah hypokrates,bapak kekokteran, pytagoras ,hermes ,ptolemeus,archimides,herodotus,sophokles, yg ahli drama itu penulis oedipus. danmasih banyak lagi . bagaimana menurut anda?

Leave a Reply