Ditulis tanggal 14 May 2008 pukul 12:05 oleh Fadli Wilihandarwo

Lagi-Lagi Demo! Aku kok Ga suka ya ?

Ah, belakangan ini mulai ramai lagi yang namanya demo-demo. Yang lagi banyak didemoin sekarang yaitu penentangan dari kenaikan BBM. Mulai dari berita pagi ampe berita tengah malam, demo melulu beritanya. Apa nggak ada berita lainnya ya? Ah pusing kepalaku. Kalau udah ada berita tentang demo atau kekerasan, aku biasanya langsung ganti channel yang lain. Kalau ga, ya matiin tipi aja. Sekali lagi, bikin pusing.

Terus terang aku ga suka banget dengan yang namanya demo. Bukan berarti aku termasuk orang yang mapan loh ya. Sama sekali tidak. Aku juga bukan termasuk orang yang ga berani bicara. Tapi apa semua masalah harus diselesaikan melalui demo-demo? Efektif kah demo itu? Apa yang dilakukan para pendemo itu tak bertolak belakang dengan keseharian mereka.

Coba kita lihat demo-demo di tipi. Yang paling sering melakukannya adalah para mahasiswa. Iya kan ? Banyak alasan mereka untuk melakukan demo. Diantaranya adalah ingin memperjuangkan rakyat kecil. Yah, seluruh pendemo itu sudah satu kata untuk memperjuangkan rakyat kecil. Tapi benarkan tindakan demo benar-benar mampu membela rakyat kecil ?

Coba kita lihat demo-demo sekarang ini. Efeknya apa coba? Bikin macet udah pasti. Bakar-bakar ban udah pasti. Pemberhentian paksa kendaraan-kendaraan umum plus menurunkan penumpang yang ada didalamnya. Trus ketika jalan macet (misalnya demo itu menutup akses jalan ke pasar), pasar akan sepi dan orang-orang ga ada yang beli. Apa itu malah ga menyakitkan rakyat yang sedang mencari nafkah.

Tampaknya beberapa rekan-rekan mahasiswa kurang bertindak bijaksana dalam menyikapi berbagai masalah bangsa ini. Bukannya melakukan tindakan nyata untuk secara langsung membangun bangsa ini, malah menambah masalah dengan demo-demo yang hampir selalu berujung pada keributan, kaca-kaca pecah, pagar-pagar yang roboh, dan segudang kerusakan lainnya.

Coba saja para mahasiswa itu melakukan kegiatan yang langsung membantu negara. Tak hanya protes-protes aja. Misalnya, dengan mencari bahan bakar alternatif. Kemarin di tipi, aku ngeliat anak SD aja bisa buat bahan bakar alternatif dari sampah. Masa kita para mahasiswa ga bisa?

Trus, misalnya banyak yang demo soal pendidikan murah. Jangan hanya nuntut donk. Coba lakukan sesuatu untuk membantu negara ini. Kita kan bisa ngadain bimbingan belajar gratis untuk anak-anak SD atau SMP di sekitar rumah atau kampus. Jadi jangan hanya meminta solusi atas suatu masalah, cobalah mencari solusinya, dan selesaikan. Tak perlu menunggu pemerintah. Kita sebenarnya adalah pemerintah bagi diri kita sendiri.

Cobalah untuk berpikir dengan jernih. Seefektif apakah sebuah demo itu. Lagipula Islam tidak pernah mengajarkan tentang demo. Selesaikanlah sebuah masalah dengan musyawarah. Atau coba kita bertindak secara nyata, tak hanya berbicara saja.

Misalnya dalam masalah kenaikan harga BBM ini. Aku melihat, sudah sepantasnya BBM itu naik. Mengingat harga minyak dunia sudah semakin tinggi. Kenaikan ini dipicu oleh semakin langkanya minyak bumi. Yah, wajar aja. Minyak bumi kan termasuk sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Dan aku yakin suatu saat nanti, minyak bumi akan habis. Dan kita harus sudah siap dengan itu.

Lagipula kita sudah terlalu banyak disubsidi oleh pemerintah. Kita ini maunya serba murah dan dibantu. Kapan kita bisa mandiri kalo begitu terus? Bukannya aku sok kaya atau apalah. Tapi aku melihat sebuah kecenderungan di kalangan masyarakat, ketika harga suatu barang menjadi murah, tidak ada usaha keras dan kreatif untuk mencari alternatif lainnya. Maunya ya pake barang itu terus.

Contoh lagi, misalnya pada mahasiswa. Kalo uang semester naik, ributnya minta ampun. Bukankah alangkah baiknya jika uang semester itu naik, kita bisa kreatif untuk mencari uang tambahan agar bisa menutupi kenaikan itu. Yah, banyak orang-orang yang lebih kreatif dalam keadaan yang terjepit.

Malah saya melihat, banyak mahasiswa yang menghabiskan uangnya dengan sesuatu yang tak berguna. Rokoklah, belanja sesuatu yang ga penting, pacaran, dll. Seharusnya kalau mereka hemat, uang kuliah pasti terbayarkan.

Mahasiswa juga harus kreatif mencari uang tambahan. Misalnya dengan menulis. Insya Allah, lumayan kok penghasilannya. Aku udah membuktikannya. Malah hasilnya lebih gede dari uang bulanan yang dikirimkan orang tuaku. Ga punya bakat menulis ? Sama, aku juga. Tapi menulis itu bukan karena bakat, tapi latihan. Belum tau caranya? Hubungi aja aku. Atau mau kerja ma aku? Biar aku gaji deh. Asal jangan demo-demo lagi ya..



Tagged: 

6 Responses to “Lagi-Lagi Demo! Aku kok Ga suka ya ?”

  1. nida Says:

    wah menarik tuh.emang caranya gimana sih biar bisa jadi penulis terus bisa ngehasilin duit?mohon bantuannya ya.

  2. ika Says:

    bagus la ternyata msih ada mahasiswa yang berfikiran seperti itu…duitnya banyak donk???

  3. rhe Says:

    kuereeeeeeeeeeeeeeeeennn!!
    akhirnya temenku nambah satu lagi yang gak suka demo2an..
    emnk bener yg km blg,,BBM udah seharusnya naik krn harga minyak dunia jg sedang naik..
    n memang betul (lagi) yg km blg klo seharusny rakyat itu kreatif..
    misalnya, pemerintah memberi bantuan BLT, harusnya rakyat bs gunakan bantuan itu sebagai modal utk membuat usaha kecil2an..bukan hanya nuntut pemerintah aja utk memberi BLT..kesannya koq sperti hanya mw diulur tangankan terus sm pemerintah..
    alangkah baiknya klo kt memperbaiki sdm kita terlebih dahulu..
    salut deh sm km..

  4. Fadli Wilihandarwo Says:
    Wah thanks ya semua..
    Ku bangga ama kalian, ternyata ada juga orang yang mendukung pendapatku ini..
    Soalnya kebanyakan tuh mahasiswa terperangkap dalam pola pikir “usang” –yah walaupun katanya mereka adalah agen perubahan–. Kebanyakan dari mahasiswa tak mampu lepas dari egonya untuk beranggapan bahwa dirinya selalu BENAR.

    Untuk Rhe,
    Wah ku kangen nih ama temen2 di FKM. Salam ya… kapan2 pengen ketemu ama anak FKM nih. Seblum aku pindah dari sini…

    Keep contact ya…

  5. icha_119 Says:

    jempol dech bwt kamu.
    bout naikx bbm Qstuju bgt sm km coz utang pemerintah dh bwxk bgt…kan kasian.jd soal demo Qjg nggak dudkung…mksudQ demo bbm naik.
    bout blt…Qnd stuju coz kesanx rakyat kaya diksi malas. coba itu blt bwt buka lapangan kerja…pendidikan gratis or kesehatan gratis…setidaknya untuk lebih bermanfaat. klo mengharap rakyat bisa kreatif dgn uang seratus ribu kyax nggak bs terjamin dech..maklum rakyat indonesia gitu loch…malas n jam karet…he..hee..heee

  6. Berbeda! Pandanganku akan Kenaikan BBM Says:

    [...] ada juga yang mendukung aku tentang sikapku yang anti demo. Icha_119 menyampaikan tentang BLT, dimana hal ini akan membuat [...]

Leave a Reply