Ditulis tanggal 24 May 2008 pukul 09:05 oleh Fadli Wilihandarwo

Sisakan BBM buat Anak Cucu Kita

Suatu hari si Ujang tak bisa memasak. Karena terlalu terbiasa menggunakan minyak tanah, dirumahnya hanya ada kompor minyak tanah. Sumirah sang istri pun kelabakan, bubur si anak tak bisa disiapkan. Lagi-lagi karena di rumahnya hanya ada kompor minyak tanah. Memang saat itu minyak benar-benar sangat langka. Bahkan saat itu pemerintah mengumumkan bahwa minyak tanah sudah habis. Tak ada setetespun yang  tersedia di bumi ini.

Siap menghadapi hal tersebut ?

Ya, hal diatas memang belum terasa di semua lapisan masyarakat. Tapi gejala untuk kesana hanya tinggal menunggu waktu aja.

Suka atau tidak suka, suatu saat nanti BBM akan habis. Karena termasuk sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, BBM akan menjadi sesuatu yang langka. Bahkan mungkin kalau ada harganya akan setara dengan harga emas. Ya, ada istilah yang mengatakan bahwa BBM adalah emas hitam. Kita harus sadari itu.

Sudah lama rakyat terdoktrin bahwa cadangan minyak bumi di dunia baik-baik saja. Hal ini bisa dilihat dari murahnya harga minyak yang mereka dapatkan. Tentu saja ini dikarenakan ada subsidi dari pemerintah. Pada akhirnya ketika perlahan-lahan harga minyak semakin naik, maka masyarakat bagaikan seorang anak kecil yang diambil secara paksa mainan kesukaannya.

Mainan itu sangat ia suka. Sehingga ia rela memukul orang yang berniat mengambilnya. Anak kecil ini menutup mata bahwa ada mainan-mainan lain yang lebih baik dari mainannya saat ini. Ia sudah terlalu cinta dengan mainannya. Bahkan saat tidur pun, mainan ini tak akan rela dilepaskannya.

Masih mau jadi anak kecil?



Tagged: 

2 Responses to “Sisakan BBM buat Anak Cucu Kita”

  1. samu Says:

    makanya pada kerja dirumah aja… gak usah ke kantor… nyalain web cam kalao mo meeting… bukankah teknologi ada untuk mempermudah kita….
    masak jangan pakai minyak lagi pan ada matahari… kalau mata hari kurang panas yaaa maki-maki dikit lah… heehee salam kenal

  2. zulva Says:

    wah memang benar pak.. kita harus hemat energi
    kasian dong anak cucu kita kelak nanti

Leave a Reply