Motivasi

Bagaimana mencukupi kebutuhan sehari – hari bisa jadi merupakan sebuah tantangan tersendiri ketika berstatus mahasiswa. Ya, banyak sekali mahasiswa yang sukses dalam menghemat pengeluaran/belanjanya sehingga kegiatannya menjadi teratur namun ada juga mahasiswa yang tidak dapat menghemat uang sakunya dan terkendala dalam menjalani aktivitasnya sehari – hari.

Pada prinsipnya cara menghemat uang saku bagi setiap individu bisa jadi amat berbeda tergantung dari bagaimana karakter serta kebiasaan individu tersebut. Secara naluriah, setiap individu memiliki kemampuan untuk berhitung, baik dalam skala kecil maupun besar dan berikut ini adalah tips ringan dari KuliahYuk.com tentang bagaimana menghemat belanja/pengeluaran untuk mahasiswa. Semoga bermanfaat dan sukses dalam menghemat belanja/pengeluaran setiap bulannya.

Click to continue…

Alhamdulillah. Sebuah kata yang pantas aku ucapkan terus menerus sebagai bentuk syukur atas apa yang telah aku punya dan dapatkan sekarang. Nikmat iman yang masih kupegang hingga sekarang, nikmat umur yang mudah-mudahan berkah bagi sekitar, nikmat memiliki orang tua yang hebat dan sangat pengertian, nikmat memiliki kesempatan untuk belajar di FK UGM, nikmat memiliki teman-teman yang luar biasa –yang dari mereka aku bisa mempelajari banyak hal –, nikmat semuanya.

Kalau melihat ke belakang, beberapa tahun lalu, secara pribadi aku termasuk orang yang sering gagal. Kuliah pernah gagal, secara finansial pernah gagal, secara pertemanan juga pernah gagal. Namun, aku menyadari bahwa walaupun itu disebut kegagalan, aku tak ingin menganggapnya seperti itu.

Kegagalan itu hanya sebuah jalan untuk kita tahu bahwa apa yang kita lakukan itu tidak berhasil untuk menuju sebuah tujuan. Mungkin saja kita kurang begitu kuat berusaha, kurang maksimal, atau memang jalan yang kita tempuh itu sudah salah. Makanya kita harus mencoba jalan lainnya.

Kalau manusia diberi kegagalan, jangan anggap itu benar-benar sebuah kegagalan. Ada cerita menarik dari Mario Teguh yang tayangannya sempat aku tonton. Beliau mengambil contoh hewan lumba-lumba. Ketika seekor lumba-lumba betina berenang di lautan bebas, ada anak lumba-lumba yang turut berada di samping lumba-lumba tersebut. Anak lumba-lumba ini terbiasa berjalan lurus saja tanpa melihat apa yang ada didepannya. Akibatnya, jika ada karang yang besar didepan, ia akan menabrak karang tersebut, dan bisa saja luka.

Nah, karena sang ibu sangat sayang kepada anaknya, maka si Ibu biasany akan berbelok, memasang badan untuk ditabrak anaknya. Ya, si ibu menggagalkan si anak untuk menabrak karang. Hey, bukankah itu sebuah hal yang bagus. Menggagalkan upaya si anak, agar tidak mendapat hal yang lebih buruk. Lebih baik kan ia hanya menabrak tubuh ibunya.

Begitu juga dengan manusia. Allah begitu sayang dengan kita, Maha Penyayang. Karena itu jika kita merasa digagalkan oleh Allah terhadap sesuatu, yakinlah bahwa itu karena Allah sayang sama kita. Allah mencegah agar kita mendapat hal yang lebih buruk lagi.

Jangan pernah suuzhon dengan Allah. Allah tahu apa yang terbaik buat hambaNya. Karena itu, kita harus menghadapi sebuah kegagalan dengan senyuman yang mengembang. Menatap ke depan, melihat lagi jalan lurus menanjak di depan.

Jangan pernah mengeluh, karena mengeluh bisa menjadi pelemah semangat kita.  Namun, jika kegagalan-kegalan itu terus berulang, mari lihat lagi atas apa yang telah kita lakukan. Barangkali cara kita salah. Kalau itu penyebabnya, coba cari cara lainnya.

Semoga berguna.

Maaf baru posting lagi sekarang…

Tak banyak yang terucap saat merasakan anugrah ini
Tak banyak lagi butir peluh mata yang harus kuseka
Tak banyak kota lagi yang harus kujejaki

Semua sudah berakhir disini
Disebuah kota teduh ber-gang sempit
Dimana seorang raja masih bertahta
Yogyakarta

Ini mungkin akhir sebuah penantian
Penantian yang sangat panjang
Dimana semua asa dan peluh bercampur menjadi satu

Tapi..
Ini juga merupakan awal
Awal menjadi orang yang berguna kelak
Dengan iman dan ilmu yang kan terus kuasah

Alhamdulillah…

FK UGM, I'm coming...

NB : Terima kasih buat seluruh keluarga dan sahabat-sahabatku yang tak pernah lelah mengingatkanku agar jangan pernah patah semangat. Berkat kalian, aku bisa merasakan ini semua…

Mulai hari ini akan ada rubrik baru lagi di blog ku. Namanya “Reader Question”. Sesuai judulnya, topik yang akan dibahas disini ada;ah hasil pertanyaan pembaca blog ini yang ada di komentar. Daripada aku menjawabnya di kolom komentar yang penuh sesak, kayaknya lebih baik kalau aku membahasanya di postingan sendiri. Yah, itung-itung bisa bermanfaat buat pembaca yang lain.

Di edisi perdana ini, aku akan menjawab pertanyaan dari Adi Surya. Pertanyaannya :

Assalammulaikum..

Jujur saja saya sedang mengalami kebingungan, karena hampir setiap hari impian saya hanya untuk kuliah. Belum terpikirkan hal-hal lain. Hingga mimpi saya tersebut hampir pasti tidak terwujud ( tapi saya akan terus mencoba mewujudkannya).

Nahh saya mau tanya, gimana caranya membangun mimpi-mimpi tersebut lagi. Takutnya mimpi saya tidak bisa terkabul. Jujur itu tidak mudah..

Q bingung setengah mati… ??

Wah, mendengar pertanyaannya mengingatkan ku sewaktu aku pernah berada pada titik yang sama. Titik dimana semua usahaku untuk kuliah tak membuahkan hasil. Sampai saat ini saja aku sudah mencoba lebih kurang 11 tes ujian masuk perguruan tinggi, yakni :

Click to continue…

Inspirasi untuk menulis ini tiba-tiba datang begitu saja. Mungkin, kegamangan diri yang telah lama terpendam. Dan akhirnya bisa tertulis di blog bersahaja dan sederhana ini …*halah… :) *

Tak perlu dengan seragam putih abu-abu yang wangi lagi licin untuk belajar.
Tak perlu juga gedung-gedung berdinding tembok berlantai ubin putih mengkilap untuk belajar.
Tak perlu juga guru lulusan S1, S2, atau S3 dari Oxford University untuk membimbing kita belajar.
Tak perlu tablet PC seharga 20 jutaan yang terkoneksi dengan internet satelit berkecepatan tinggi untuk belajar.
Tak perlu lampu terang benderang berdaya 100 watt untuk belajar.
Tak perlu mobil sport keluaran terbaru yang setiap pagi mengantarkan kita ke sekolah untuk belajar.
Tak perlu.
Click to continue…

Bagi sebagian orang (lebih khusus lagi bagi para pelajar), Bahasa Inggris merupakan salah satu mata pelajaran yang ditakuti. Entah kenapa. Mungkin saja kebanyakan dari kita enggan untuk keluar dari zona nyaman. Ya, kita sudah terlalu nyaman dengan kondisi lingkungan yang ada disekitar kita. Termasuk dalam hal ini adalah bahasanya.

Aku ingat ketika dulu masih SMA, begitu banyak teman-temanku yang memilih untuk takut lebih dulu mempelajari bahasa Inggris dibandingkan mengatasi ketakutan itu. Mereka merasa bahasa Inggris adalah monster yang menakutkan. Karena itu, memilih diam adalah jalan yang terbaik menurut mereka.

Alasan lain yang membuat bahasa Inggris menjadi momok adalah cara mengajar bahasa Inggris di sekolah yang kurang efektif. Kebanyakan biasanya para guru-guru bahasa Inggris mengajarkan tenses dan grammar lebih dulu kepada para siswa, sebelum siswa itu menyukai bahasa Inggris dulu.

Sebenarnya ini bukan kesalahan guru 100% deh. Soalnya kan guru hanya menjalankan kurikulum yang katanya menjadi panduan kita jika ingin sukses di masa depan. Karena itu, kita sebagai siswalah yang harus lebih kreatif agar suasana belajar Bahasa Inggris ini bisa lebih kondusif bagi kita. Bagaimana caranya ?

Click to continue…

Pagi ini ketika aku menyalakan henpon nokia kesayanganku, masuk dua sms ke inbox ku. Yang pertama datang dari AngingMammiri.org (Undangan untuk mengikuti kursus fotografi – yang sangat disayangkan aku ga bisa datang karena belum ada di makassar). Dan SMS kedua dari salah satu adik kelasku di SMA dulu.

Ini bunyi sms-nya :

Ass kak.. Strategi bljr yg gmn lg yg hrs dPake spy qt bnr2 ykin hslx ntr bkal baek? Ujian kali ni Q ga2l kak,bnyk nilai Yg kurang..

Mungkin banyak rekan-rekan pembaca yang punya nasib yang sama. Dan akupun pernah mengalami hal itu. Rasanya kalau aku yang ditanya akan masalah ini, kayaknya akan kurang cocok deh. Soalnya aku termasuk orang yang sering gagal ketika ujian juga.

Tapi memang, pengalaman adalah guru yang terbaik. Setelah memutuskan untuk berhenti kuliah selama 1 tahun belakangan ini, udah banyak metode belajar yang kupelajari dan aplikasikan. Dan dari semuanya itu, ada yang berhasil bagi aku, dan ada juga yang tidak berhasil.

Click to continue…

Ketika seorang siswa SMA baru saja lulus dari sekolahnya, tentulah yang menjadi tujuan berikutnya adalah kuliah. Entah itu di perguruan tinggi negeri ataupun swasta. Dengan melalui PMDK, SPMB ataupun cara-cara tak halal yang sudah menjadi rahasia umum sekarang. Nampaknya keinginan untuk kuliah begitu besar bagi lulusan SMA. Seolah-olah ketika seseorang telah duduk di bangku kuliah, masa depannya akan terjamin. Padahal dunia nyata tidak seperti itu.

Setiap tahun, ribuan mahasiswa diluluskan oleh kampus mereka masing-masing. Mengisi lowongan yang masih sedikit tersisa untuk mereka. Tentu saja persaingannya sangat ketat. Dengan ijazah dan beberapa tes, mereka bisa saja lulus seleksi dan bekerja, menjadi karyawan. Pergi di saat pagi hari, atau bahkan lebih pagi lagi biar terhindar dari kemacetan, jam 8 tepat harus sudah dikantor. Kemudian istirahat makan siang jam 12, trus disambung lagi kerja sampai jam 4 atau 5 sore. Pulang ke rumah dan harus berpapasan dengan kemacetan lagi untuk kedua kalinya di hari itu. Sampai dirumah, mandi dan makan malam. Kemudian tidur, karena badan sudah lelah. Besok, pagi-pagi sekali harus sudah bangun. Begitu seterusnya.

Ya, kebanyakan sekolah mengajarkan kepada kita agar berpikir seperti ini : ?Sekolah lah yang rajin, biar pintar, dapat nilai tinggi, terus kuliah yang bener, dan jadilah karyawan baik sehingga cepat naik pangkat?. Pemikiran seperti inilah yang membuat 12,6 juta jiwa orang menganggur. Kita jarang diajarkan untuk membangun bisnis kita sendiri. Dan untuk Click to continue…

Kejujuran

by Fadli Wilihandarwo · 7 comments

Kejujuran itu seperti es krim
kalau tidak dilahap bakalan cepat meleleh
hilang ditelan hawa panas

bisep ditangan itukan otot fisik
nah kejujuran itu otot mental
dan otot harus dilatih terus biar kuat

untuk hari ini latihan kejujuran ku
jujur pada diri sendiri
aku takut…
takut kalo intiusi ku mengenai banyak hal selama ini salah
aku takut…
takut kaloku bangun besok
matahari ga muncul ditimur
atau gimana kalo ku bangun besok
dan aku baru tahu kalao kalau hati bisa salah…

Puisi yang kukutip dari sebuah mp3. Ga tau persis siapa yang bacaain di mp3 itu. Tapi suaranya mirip Dian Sastrowardoyo deh. 

Tanggal 17 April 2007 kemarin, adik-adik kelasku yang duduk di kelas XII (Kelas III SMA) sedang ujian nasional. Ku teringat, tepat setahun yang lalu akupun melalui tes yang bikin jantung berdegup tak tentu, keringat mengucur deras, dan tangan bergetar ini. Segala cara dilakukan agar lulus. Sepertinya, tiga tahun kita belajar di sekolah, hanya di tentukan selama tiga hari ini aja. Wah, cape deh…

Dan saat menunggu pengumuman lulus pun menjadi suatu hal yang sangat mendebarkan. Detak jantung seakan tak berirama lagi. Bukan hanya kelulusan ku yang kuinginkan, tapi aku pengen temen-temen satu sekolahku lulus semua. Atas nama persaudaraan. Ga enak kan kalo Cuma kita yang bahagia, sementara temen seperjuangan kita pada sedih. Ga asyik banget.

Namun, usaha memang ga akan sia-sia jika diiringi kerja keras dan doa. Semuanya terbayarkan. Sekolahku lulus 100 persen. Alhamdulillah. Gembira banget waktu itu. Dan perguruan tinggi pun siap di depan mata untuk disambangi. Merajut impian menjadi sarjana. Mimpi yang sangat indah waktu itu. Sangat indah. Click to continue…