Ah, belakangan ini mulai ramai lagi yang namanya demo-demo. Yang lagi banyak didemoin sekarang yaitu penentangan dari kenaikan BBM. Mulai dari berita pagi ampe berita tengah malam, demo melulu beritanya. Apa nggak ada berita lainnya ya? Ah pusing kepalaku. Kalau udah ada berita tentang demo atau kekerasan, aku biasanya langsung ganti channel yang lain. Kalau ga, ya matiin tipi aja. Sekali lagi, bikin pusing.
Terus terang aku ga suka banget dengan yang namanya demo. Bukan berarti aku termasuk orang yang mapan loh ya. Sama sekali tidak. Aku juga bukan termasuk orang yang ga berani bicara. Tapi apa semua masalah harus diselesaikan melalui demo-demo? Efektif kah demo itu? Apa yang dilakukan para pendemo itu tak bertolak belakang dengan keseharian mereka.
Coba kita lihat demo-demo di tipi. Yang paling sering melakukannya adalah para mahasiswa. Iya kan ? Banyak alasan mereka untuk melakukan demo. Diantaranya adalah ingin memperjuangkan rakyat kecil. Yah, seluruh pendemo itu sudah satu kata untuk memperjuangkan rakyat kecil. Tapi benarkan tindakan demo benar-benar mampu membela rakyat kecil ?
Click to continue…
Sebuah surat untuk seorang wanita yang pernah singgah dihatiku. Yang mudahan bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.
Assalammulaikum warahmatullahi wa barakaatuh
Ba’da tahmid dan shalawat
Syukur pada Alah yang masih mengaruniakan nafas padaku dan padamu untuk segera memperbarui taubat.
Ukhti, rasanya aku telah menemukan Kekasih yang jauh lebih baik darimu. Yang Tak pernah Mengantuk dan Tak Pernah Tidur. Yang siap terus menerus Memperhatikan dan Mengurusku. Yang selalu bersedia berduaan di sepertiga terakhir malam. Yang siap Memberi apapun yang kupinta. Ia yang Bertahta, Berkuasa, dan Memiliki Segalanya.
Maaf ukhti, tapi menurutku kau bukan apa-apa dibanding Dia. Kau sangat lemah, kecil, dan kerdil di hadapanNya. Walaupun kau begitu rupawan lagi cantik, Ia lebih indah dan bercahaya dari dirimu. Ia berbuat apa saja sekehendakNya kepadamu. Dan ukhti, aku khawatir apa yang telah kita lakukan selama ini membuatNya cemburu. Aku takut, hubungan kita selama ini membuatNya murka. Padahal Ia, Maha Kuat, Maha Gagah, Maha Perkasa, Maha Keras SiksaNya.
Click to continue…
Alhamdulillah beberapa hari yang lalu udah nerima gaji dari paid review. Yah, walaupun bahasa Inggrisku masih cupu. Makanya sekarang-sekarang ini pengen belajar tenses lebih dalem lagi. Tapi setidaknya ga hancur-hancur banget lah.
Pembayarannya udah aku terima lewat PayPal. Belum gede-gede amatlah. Cuma beberapa dolar aja. Langsung aja duit itu aku pake buat beli hosting di Hostgator. Yah, baru kali ini aku beli hosting di luar negeri. Maklum aja, kemarin-kemarin itu bingung gimana cara pembayarannya.
Hostingnya akan aku pake buat blog-blog ku yang berbahasa Inggris. Kan targetnya adalah pembaca dari luar negeri. Kalau aku hosting di Indonesia, agak lama ngaksesnya dari luar negeri.
Sebelum akhirnya aku hosting di hostgator, aku mencari dulu info-info soal hosting yang bagus. Pilihan pertama ku jatuh pada Doreo. Emang ga terlalu terkenal sih, tapi hal ini atas rekomendasi dari Danniel (Daily Blog Tips). Langsung aja aku coba untuk register. Pas udah hampir selesai mendaftar ada muncul peringatan di akhir proses, yakni aku ditolak. Wah kenapa ? Setelah baca keterangannnya, ternyata hanya gara-gara aku orang Indonesia!
Indonesia masih dalam daftar hitam mereka. Kata mereka banyak mafia-mafia maya dari Indonesia. Wah-wah kok meng-generalisasi seperti itu sih mereka. Kebencian terhadap Indonesia ampe dibawa-bawa ke dunia hosting segala.
Click to continue…