<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Fadli Wilihandarwo</title>
	<atom:link href="http://www.wilihandarwo.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.wilihandarwo.com</link>
	<description>Mahasiswa Kedokteran &#124; Blogger &#124; Writer &#124; Web &#38; Graphic Designer &#124; Young Entrepreneur</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 May 2013 00:41:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Saat Gundah, Legakan Dengan Menulis</title>
		<link>http://www.wilihandarwo.com/2013/05/16/saat-gundah-legakan-dengan-menulis/</link>
		<comments>http://www.wilihandarwo.com/2013/05/16/saat-gundah-legakan-dengan-menulis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 00:40:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadli Wilihandarwo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wilihandarwo.com/?p=496</guid>
		<description><![CDATA[Manusia itu makhluk hidup yang kompleks, yang merupakan pencampuran antara kehendak akal dan kehendak hati. Perlu mencari satu titik keseimbangan diantara keduanya untuk menghasilkan hidup yang nyaman. Titik keseimbangan itu dicapai dengan negosiasi antara akal dan hati. Namun ketika tidak menemukan titik temu, tanyakan hati mengenai apa yang seharusnya dilakukan. Percaya deh, sekotor ataupun seberdosanya [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="aligncenter size-full wp-image-497" alt="legakan-dengan-menulis" src="http://www.wilihandarwo.com/wp-content/uploads/2013/05/legakan-dengan-menulis.jpg" width="500" height="300" /></p>
<p>Manusia itu makhluk hidup yang kompleks, yang merupakan pencampuran antara kehendak akal dan kehendak hati. Perlu mencari satu titik keseimbangan diantara keduanya untuk menghasilkan hidup yang nyaman. Titik keseimbangan itu dicapai dengan negosiasi antara akal dan hati. Namun ketika tidak menemukan titik temu, tanyakan hati mengenai apa yang seharusnya dilakukan. Percaya deh, sekotor ataupun seberdosanya diri ini, hati tetap memiliki satu pojok yang suci, yang tak terkotori oleh apapun. Cukup memberanikan diri bertanya padanya.</p>
<p>Dengan kompleksitas logika yang lahir dari akal, kadang segala ide dan pikiran terlihat ruwet bak benang kusut. Tarik satu benang, simpul yang lain menjadi kencang dan semakin susah untuk dilepas dan diurai. Cara terbaik meluruskan kembali benang yang kusut adalah tekun menelusuri satu persatu benang tersebut. Memang akan memakan waktu, but its works.<span id="more-496"></span></p>
<p>Begitu juga dengan diri kita, dengan segala kompleksitas logika dan hati, luruskan kembali dengan tekun menelusuri dan menjelajah tiap jalan yang memungkinkan. Cara terbaik adalah dengan menuliskannya. Tulis saja, tanpa memikirkan apapun. Saat sedang banyak masalah, pikiran kita kadang terlalu penuh untuk mencari solusi masalah yang sebenarnya simple. Makanya banyak orang yang lega setelah curhat, baik ke Allah maupun ke sesama manusia. Ya, bukan solusi yang ia cari sebenernya, tapi melepaskan apa yangmenjadi keruwetan di kepala. Jadi, ide-ide baru nan solutif bisa hadir, menggantikan ruang di kepala yang sudah penuh dengan masalah tadi.</p>
<p><strong>Menulislah,</strong></p>
<p>Karena dengan menulis kita menjadi tahu masalah sebenarnya, ada bukti real dari diri kita bahwa kita mengakui masalah itu ada. Mata akan melihat masalah itu dalam kondisi fisik yang sebenarnya, yakni tulisan. Dan mata akan mengalirkan informasi tadi ke alam bawah sadar kita. Biarkan alam bawah sadar yang bekerja untuk ini, biarkan ia menghadirkan solusi-solusi yang tak terduga. Liarkan pikiran kita dengan menulis segalanya, tanpa pikir. Tanpa peduli bagaimana tata bahasa yang baik dan benar sesuai EYD. Tulislah dengan gaya bahasamu. Tulislah untuk dirimu sendiri, seakan-akan tak akan ada orang yang membaca atau menanggapinya. Dan nanti kelegaan itu akan hadir sendiri.</p>
<p>Termasuk tulisan ini, lahir dari keruwetan yang hadir di kepala, dengan membuka program menulis di komputer, langsung menuliskan saja.</p>
<p>Seperti kata pepatah, gajah meninggalkan gading, harimau meninggalkan belang, dan manusia meninggalkan tulisan. Syukur-syukur kalau tulisan itu padat berilmu, makin berlimpah dan berkah berpahala.</p>
<p>Karena itu yuk menulis. Tanpa takut apapun. Yakinlah, pelan-pelan hal yang menjadi keruwetan bakal menjadi lega.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wilihandarwo.com/2013/05/16/saat-gundah-legakan-dengan-menulis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Memasang Status Yahoo Messenger (YM) di Blog</title>
		<link>http://www.wilihandarwo.com/2013/01/06/cara-memasang-status-yahoo-messenger-ym-di-blog/</link>
		<comments>http://www.wilihandarwo.com/2013/01/06/cara-memasang-status-yahoo-messenger-ym-di-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jan 2013 05:52:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadli Wilihandarwo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Web & Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wilihandarwo.com/?p=488</guid>
		<description><![CDATA[Bagi para blogger pemula tentu ingin memasang Status Yahoo Messenger di blog. Sehingga pengunjung blog nya tahu bahwa ia sedang online atau tidak. Nah, bagi yang masih bingung caranya, nih saya bagi : &#60;a href=&#34;ymsgr:sendIM?ISI_YM_KAMU&#34;&#62;&#60;img alt=&#34;&#34; src=&#34;http://opi.yahoo.com/online?u=ISI_YM_KAMU&#38;amp;m=g&#38;amp;t=2&#34; border=&#34;0&#34; /&#62;&#60;/a&#62; Hasil jadinya nanti seperti ini : &#160; Keterangan : ganti ISI_YM_KAMU dalam kode diatas dengan id [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Bagi para blogger pemula tentu ingin memasang Status Yahoo Messenger di blog. Sehingga pengunjung blog nya tahu bahwa ia sedang online atau tidak. Nah, bagi yang masih bingung caranya, nih saya bagi :</p>
<pre>

&lt;a href=&quot;ymsgr:sendIM?ISI_YM_KAMU&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://opi.yahoo.com/online?u=ISI_YM_KAMU&amp;amp;m=g&amp;amp;t=2&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;

</pre>
<p>Hasil jadinya nanti seperti ini :</p>
<p><a href="ymsgr:sendIM?ISI_YM_KAMU"><img alt="" src="http://opi.yahoo.com/online?u=ISI_YM_KAMU&amp;m=g&amp;t=2" border="0" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span id="more-488"></span></p>
<p>Keterangan :</p>
<p>ganti ISI_YM_KAMU dalam kode diatas dengan id YM kamu. Ga perlu pake @yahoo.com nya. Cukup ID nya aja.</p>
<p>Nah, satu lagi, ada bagian kode yang tulisannya t=2 kan ? deket akhir-akhir kodenya. Nah, itu opsi untuk mengganti tampilan YM nya. Silahkan ganti angka setelah t itu dengan angka berikut :</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-490" alt="ym-status-T0-T5" src="http://www.wilihandarwo.com/wp-content/uploads/2013/01/ym-status-T0-T5.png" width="320" height="182" /> <img class="aligncenter size-full wp-image-491" alt="ym-status-T6-T8" src="http://www.wilihandarwo.com/wp-content/uploads/2013/01/ym-status-T6-T8.png" width="400" height="67" /> <img class="aligncenter size-full wp-image-492" alt="ym-status-T9-T16" src="http://www.wilihandarwo.com/wp-content/uploads/2013/01/ym-status-T9-T16.png" width="345" height="400" /> <img class="aligncenter size-full wp-image-493" alt="ym-status-T17-T24" src="http://www.wilihandarwo.com/wp-content/uploads/2013/01/ym-status-T17-T24.jpg" width="347" height="400" /></p>
<p>Semoga membantu ya tips singkat ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wilihandarwo.com/2013/01/06/cara-memasang-status-yahoo-messenger-ym-di-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indahnya Mendoakan Kebaikan</title>
		<link>http://www.wilihandarwo.com/2013/01/06/indahnya-mendoakan-kebaikan/</link>
		<comments>http://www.wilihandarwo.com/2013/01/06/indahnya-mendoakan-kebaikan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jan 2013 05:45:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadli Wilihandarwo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wilihandarwo.com/?p=481</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu amalan bagi sesama muslim adalah mendoakan sesamanya. Namun apakah kita masih rela mendoakan kebaikan bagi orang yang telah menzalimi kita ? Mungkin tak semua mau. Dizalimi dan dianiaya, pasti setiap orang tidak suka. Sehingga saat terzalimi ia akan berbuat apa saja agar terhindar dari kezaliman itu. Jika mampu, ia akan menghentikan kezaliman atas [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Salah satu amalan bagi sesama muslim adalah mendoakan sesamanya. Namun apakah kita masih rela mendoakan kebaikan bagi orang yang telah menzalimi kita ? Mungkin tak semua mau.</p>
<p>Dizalimi dan dianiaya, pasti setiap orang tidak suka. Sehingga saat terzalimi ia akan berbuat apa saja agar terhindar dari kezaliman itu. Jika mampu, ia akan menghentikan kezaliman atas dirinya dengan tenaganya atau lisannya. Namun bagaimana jika ia tidak memiliki kemampuan?</p>
<p>Boleh jadi doa menjadi senjata terakhir baginya. Ia menghaturkan kepada penguasa alam semesta (Allah<em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>) atas kezaliman yang dialaminya dan meminta kebinasaat untuk orang yang terlah berbuat zalim kepadanya. Dan berdasarkan sabda Rasul-Nya, Allah akan mengabulkan doa orang yang terzalimi.</p>
<p><span id="more-481"></span></p>
<p>Rasulullah <em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam</em> bersabda:</p>
<p>&#8220;<em>Tiga orang yang tidak akan ditolak doanya: orang puasa sampai ia berbuka, imam yang adil, dan doa orang yang dizalimi.</em>&#8221; (HR. Al-Tirmidzi)</p>
<p>Rasulullah <em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam</em> berpesan kepada Mu&#8217;ad bin Jabal saat mengutusnya ke Yaman,</p>
<p>&#8220;<em>Dan takutlah doa orang terzalimi, karena tidak ada hijab (penghalang) antara ia dengan Allah</em>.&#8221; (Muttafaq &#8216;Alaih)</p>
<p><strong>Status Mendoakan Keburukan Atas Orang Zalim</strong></p>
<p>Pada dasarnya, dibolehkan bagi orang yang dizalimi dan dianiaya untuk membela dirinya salah satu bentuknya adalah dengan mendoakan keburukan atas orang yang menzaliminya.</p>
<p>Allah Ta&#8217;ala berfirman,</p>
<p>&#8220;<em>Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.</em>&#8221; (QS. Al-Nisa&#8217;: 148)</p>
<p>Ibnu Abbas berkata tentang ayat ini: &#8220;Allah tidak suka seseorang mendoakan keburukan untuk selainnya, kacuali ia dalam keadaan dizalimi. Allah memberikan keringanan baginya untuk mendoakan keburukan atas orang yang menzaliminya.dan itu ditunjukkan oleh firman-Nya, &#8220;Kecuali oleh orang yang dianiaya.&#8221; (namun), jika bersabar maka itu lebih baik baginya. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir terhadap ayat di atas)</p>
<p>Firman Allah yang lain,</p>
<p><em>&#8220;Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada suatu dosa pun atas mereka.</em>&#8221; (QS. Al-Syuura: 41)</p>
<blockquote><p>. . . dibolehkan bagi orang yang dizalimi dan dianiaya untuk membela dirinya salah satu bentuknya adalah dengan mendoakan keburukan atas orang yang menzaliminya. . .</p></blockquote>
<p>Namun, apakah ini yang terbaik baginya? Tidak. Jika ia membalas kepada orang yang menzaliminya dengan doa keburukan, maka ia tidak mendapat apa-apa karena ia telah mendapatkan apa yang ia inginkan (kepuasan).</p>
<p>Berbeda jika doanya dengan niatan agar orang-orang tidak lagi menderita akibat kejahatannya, maka ia mendapat pahala dengannya. Terlebih jika niatnya untuk menghilangkan kezaliman, menegakkan syariat Allah dan hukum-Nya, maka pahala yang didapatkannya lebih banyak.</p>
<p>Namun, jika ia bersabar, memaafkan, dan membalas keburukan dengan kebaikan maka ia mendapat pahala yang besar di sisi Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>,</p>
<p>&#8220;<em>Maka Barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.</em>&#8221; (QS. Al-Syuura: 40)</p>
<p>Maksudnya: Allah tidak akan menyia-nyiakan sikapnya itu di sisi-Nya. Tetapi Allah akan memberikan pahala yang besar dan balasan baik yang setimpal. Disebutkan dalam hadits shahih, &#8220;Tidaklah Allah menambah kepada hamba melalui maaf yang ia berikan kecuali kemuliaan.&#8221; (HR. Muslim)</p>
<p>Allah Ta&#8217;ala berfirman,</p>
<p>&#8220;<em>Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan.  Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar</em>.&#8221; (QS. Fushshilat: 34-35)</p>
<p>Maksud &#8220;<em>Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik</em>,&#8221; adalah: apabila ada orang yang berbuat buruk kepadamu baik dengan perkataan atau perbuatan, maka balaslah dengan kebaikan. Jika ia memutus hubungan denganmu, maka sambunglah. Jika ia menzalimimu maka maafkan ia. Jika membicarakan keburukanmu –baik di depan atau di belakangmu- maka jangan engkau balas, tapi maafkan ia dan bebicara kepadanya dengan lemah lembut. Jika ia mengucilkanmu dan tidak mau berbicara denganmu, maka berbicaralah yang baik dan mulailah berilah salam kepadanya.</p>
<p>Tidaklah taufiq Allah ini diberikan kecuali kepada orang-orang yang sabar atas keburukan yang ia dapatkan dan menyikapinya dengan sesuatu yang Allah cinta. Karena sifat dasar manusia –inginnya- membalas keburukan dengan keburukan agar terpuasaan. Ia tidak mau memberikan maaf. Tapi sifat dalam ayat ini sangat istimewa, bukan hanya maaf yang ia berikan, tapi membalas keburukan dengan memberikan kebajikan. Ia sadar bahwa membalas keburukan dengan keburukan tidaklah mendatangkan kebaikan untuk dirinya, khususnya di akhirat. Sementara jika ia berbuat baik kepadanya, kebaikannya itu akan tetap dicatat kebaikan.</p>
<p>Bersikap seperti di atas tidaklah akan merendahkan martabatnya, tetapi sebaliknya, Allah akan meninggikannya dengan akhlak mulia tersebut. Allah akan meninggikan derajatnya di dunia dan akhirat karena mulianya akhlak yang ia tampilkan. Wallahu Ta&#8217;ala A&#8217;lam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wilihandarwo.com/2013/01/06/indahnya-mendoakan-kebaikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>20 Home Screen Android Super Keren</title>
		<link>http://www.wilihandarwo.com/2012/12/19/20-home-screen-android-super-keren/</link>
		<comments>http://www.wilihandarwo.com/2012/12/19/20-home-screen-android-super-keren/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Dec 2012 19:27:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadli Wilihandarwo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Android]]></category>
		<category><![CDATA[Desain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wilihandarwo.com/?p=458</guid>
		<description><![CDATA[Bagi pengguna gadget android, salah satu kelebihannya adalah dapat mengutak-atik home screen nya sesuai dengan kemauan kita. Nah ini ada beberapa desain home screen yang bisa jadi inspirasi. Silahkan klik link yang ada di tiap gambar untuk melihat widget, docks atau icon yang disiapkan untuk membuat home screen yang keren. Bisa pula menjadikan postingan kali [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Bagi pengguna gadget android, salah satu kelebihannya adalah dapat mengutak-atik home screen nya sesuai dengan kemauan kita. Nah ini ada beberapa desain home screen yang bisa jadi inspirasi. Silahkan klik link yang ada di tiap gambar untuk melihat widget, docks atau icon yang disiapkan untuk membuat home screen yang keren. Bisa pula menjadikan postingan kali ini sebagai inspirasi untuk membuat home screen mu sendiri yang unik dan ga kalah kerennya.</p>
<p><strong>Simple One</strong> (Sumber : <a href="http://mycolorscreen.com/2012/10/26/simple_one/">NAMEEE</a>)</p>
<p><img class="aligncenter" alt="simple-one" src="http://www.wilihandarwo.com/wp-content/uploads/2012/12/simple-one.jpg" width="550" height="475" /></p>
<p><span id="more-458"></span></p>
<p><strong>Pixels &amp; Sky</strong> (Sumber : <a href="http://mycolorscreen.com/2012/10/21/simple-sky-2/">Fabricio</a>)</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-479" alt="Pixels-sky" src="http://www.wilihandarwo.com/wp-content/uploads/2012/12/Pixels-sky.jpg" width="550" height="471" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Crisp Winter</strong> (Sumber : <a href="http://mycolorscreen.com/2012/10/21/crisp-winter/">oddspec</a>)</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-478" alt="crisp-winter" src="http://www.wilihandarwo.com/wp-content/uploads/2012/12/crisp-winter.jpg" width="550" height="385" /></p>
<p><strong>The One with the Shelves</strong> (Sumber : <a href="http://chrisbanks2.deviantart.com/art/The-one-with-the-Shelves-254576130">Chris Banks</a>)</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-477" alt="The-One-with-the-Shelves" src="http://www.wilihandarwo.com/wp-content/uploads/2012/12/The-One-with-the-Shelves.jpg" width="550" height="447" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Sketchy</strong> (Sumber : <a href="http://vipitus.deviantart.com/art/Sketchy-245773035">Vipitus</a>)</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-476" alt="Sketchy" src="http://www.wilihandarwo.com/wp-content/uploads/2012/12/Sketchy.jpg" width="550" height="413" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>MIUI</strong> (Sumber : <a href="http://www.flickr.com/photos/34507843@N04/6704791555/">Suprafreak1000</a>)</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-474" alt="MIUI" src="http://www.wilihandarwo.com/wp-content/uploads/2012/12/MIUI.jpg" width="550" height="456" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Misunderstood</strong> (Sumber : <a href="http://kimilite.deviantart.com/art/Android-Misunderstood-330755732">Kimilite</a>)</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-473" alt="misunderstood" src="http://www.wilihandarwo.com/wp-content/uploads/2012/12/misunderstood.jpg" width="550" height="415" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Lonely Street</strong> (Sumber : <a href="http://vanessaem.deviantart.com/art/Lonely-Street-327113070">Vanessa</a>)</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-472" alt="Lonely-Street" src="http://www.wilihandarwo.com/wp-content/uploads/2012/12/Lonely-Street.jpg" width="550" height="460" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Living Room</strong> (Sumber : <a href="http://mycolorscreen.com/2012/04/02/living-room-2/">rio13</a>)</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-471" alt="living-room" src="http://www.wilihandarwo.com/wp-content/uploads/2012/12/living-room.jpg" width="550" height="528" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Lapsus</strong> (Sumber : <a href="http://charsibevda.deviantart.com/art/Lapsus-245100601">Charsi Bevda</a>)</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-470" alt="Lapsus" src="http://www.wilihandarwo.com/wp-content/uploads/2012/12/Lapsus.jpg" width="550" height="404" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Japanase Candy</strong> (Sumber : <a href="http://mycolorscreen.com/2012/10/25/japanese-candy-3/">Peti</a>)</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-469" alt="Japanese-Candy" src="http://www.wilihandarwo.com/wp-content/uploads/2012/12/Japanese-Candy.jpg" width="550" height="472" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Getting Lost</strong> (Sumber : <a href="http://cocainemonster.deviantart.com/art/Getting-Lost-289450032">NAMEEE</a>)</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-468" alt="Getting-Lost" src="http://www.wilihandarwo.com/wp-content/uploads/2012/12/Getting-Lost.jpg" width="550" height="431" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Galaxy S2 Desktop </strong> (Sumber : <a href="http://kanjimittoo.deviantart.com/art/Galaxy-S2-Desktop-092011-257947871">kanjimittoo</a>)</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-467" alt="Galaxy-S2-Desktop" src="http://www.wilihandarwo.com/wp-content/uploads/2012/12/Galaxy-S2-Desktop.jpg" width="550" height="449" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Fall</strong> (Sumber : <a href="http://mycolorscreen.com/2012/10/24/fall-6/">sasa408</a>)</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-466" alt="fall" src="http://www.wilihandarwo.com/wp-content/uploads/2012/12/fall.jpg" width="550" height="456" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Evening</strong> (Sumber : <a href="http://desylvia.deviantart.com/art/Evening-265159651">Syeifa Desylvia</a>)</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-465" alt="evening" src="http://www.wilihandarwo.com/wp-content/uploads/2012/12/evening.jpg" width="550" height="447" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Drops of Circles</strong> (Sumber : <a href="http://mycolorscreen.com/2012/10/22/drops-of-circles/">Jeemshah</a>)</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-464" alt="Drops-of-Circles" src="http://www.wilihandarwo.com/wp-content/uploads/2012/12/Drops-of-Circles.jpg" width="550" height="477" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Colors</strong> (Sumber : <a href="http://a-designs.deviantart.com/art/colors-297374720">a-designs</a>)</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-463" alt="Colors" src="http://www.wilihandarwo.com/wp-content/uploads/2012/12/Colors.jpg" width="550" height="429" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Circles</strong> (Sumber : <a href="http://mycolorscreen.com/2012/10/25/circles-25/">Aaron</a>)</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-462" alt="circles2" src="http://www.wilihandarwo.com/wp-content/uploads/2012/12/circles2.jpg" width="550" height="489" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Blue Skies</strong> (Sumber : <a href="http://vipitus.deviantart.com/art/Blue-Skies-253181448">Vipitus</a>)</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-461" alt="blue-skies" src="http://www.wilihandarwo.com/wp-content/uploads/2012/12/blue-skies.jpg" width="550" height="450" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Blue</strong> (Sumber : <a href="http://dxdreamx.deviantart.com/art/Blue-199923728">Julian Lane</a>)</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-460" alt="blue" src="http://www.wilihandarwo.com/wp-content/uploads/2012/12/blue.jpg" width="550" height="443" /></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wilihandarwo.com/2012/12/19/20-home-screen-android-super-keren/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mudharabah</title>
		<link>http://www.wilihandarwo.com/2012/12/18/mudharabah/</link>
		<comments>http://www.wilihandarwo.com/2012/12/18/mudharabah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Dec 2012 07:29:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadli Wilihandarwo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi Syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wilihandarwo.com/?p=448</guid>
		<description><![CDATA[Terus terang saya baru-baru ini mulai tertarik mendalami mengenai ekonomi syari&#8217;ah. Selain lebih nyaman di hati, juga karena prinsip keadilannya yang bagus. Tak hanya untuk muslim tapi juga bagi non muslim. Nah mulai hari ini, di blog ini akan hadir tulisan-tulisan mengenai ekonomi syariah (jadi bagian dari kategori Islam). Nah di pembahasan pertama ini, saya [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignright size-medium wp-image-449" alt="ekonomi syariah mudharabah" src="http://www.wilihandarwo.com/wp-content/uploads/2012/12/ekonomi-syariah-mudharabah-300x150.jpg" width="300" height="150" />Terus terang saya baru-baru ini mulai tertarik mendalami mengenai ekonomi syari&#8217;ah. Selain lebih nyaman di hati, juga karena prinsip keadilannya yang bagus. Tak hanya untuk muslim tapi juga bagi non muslim. Nah mulai hari ini, di blog ini akan hadir tulisan-tulisan mengenai ekonomi syariah (jadi bagian dari kategori Islam).</p>
<p>Nah di pembahasan pertama ini, saya ingin mengkaji mengenai mudharabah. Apa dan bagaimana mudharabah itu ? Yuk lanjut bacanya.<br />
<span id="more-448"></span></p>
<h3>Pengertian</h3>
<p>Mudharabah berasal dari kata الضرب في الارض (adharbu fil ardhi), yang artinya السفر للتجارة (assafaru littajaarati) melakukan perjalanan untuk berdagang (Sabiq, 1981; Muslich, 2010; Sholihin, 2010). Mudharabah dalam bahasa Arab juga berasal dari kata ضارب (dhaaraba) yang sinonimnya اتجرا (ittajara), seperti dalam kalimat ضارب لفلان في ماله (dhaaraba lifulaani fii maalihi) yang artinya: اتجر له فيه(ittajara lahu fiihi) yakni: ia memberikan modal untuk berdagang kepada si Fulan (Muslich, 2010).</p>
<p>Mudharabah menurut istilah fiqih adalah bentuk kerjasama dari pemilik dana (shahibul maal) kepada pengelola dana (mudharib) untuk melakukan kegiatan usaha tertentu, dengan pembagian menggunakan metode bagi untung (profit sharing) atau metode bagi pendapatan (revenue sharing) antara kedua belah pihak berdasarkan nisbah yang telah disepakati sebelumnya, sedangkan kerugian ditanggung pengelola dana.</p>
<p>Laba usaha akad ini adalah dibagi menurut kesepakatan di awal kerjasama. Sedangkan apabila di kemudian hari terjadi kerugian usaha, maka itu menjadi tanggungan pemilik modal saja. Pengelola tidak menanggung kerugian apapun kecuali pada usaha dan kerjanya saja serta akibat kelalaian, kecerobohan atau kesalahan yang disengaja oleh pengelola.</p>
<p>Ada dua jenis mudharabah, yaitu mudharabah muthlaqah dan mudharabah muqayyadah.</p>
<h4>a. Mudharabah Muthlaqah</h4>
<p>Adalah bentuk kerjasama antara shahibul maal dan mudharib yang cakupannya sangat luas dan tidak dibatasi oleh spesifikasi jenis usaha, waktu, dan daerah bisnis, asalkan halal dan untung-menguntungkan. Shahibul maal memberikan kepercayaan penuh kepada mudharib dalam rangka pengembangan hartanya dalam bentuk investasi modal, untuk dikembangkan sesuai dengan peluang investasi yang dimiliki dan dicari oleh mudharib. Inilah yang disebut sebagai investasi kepercayaan (trust investment).</p>
<h4>b. Mudharabah Muqayyadah</h4>
<p>Adalah bentuk kerjasama antara shahibul maal dan mudharib yang dibatasi dengan jenis usaha, waktu, dan tempat usaha. Adanya pembatasan ini seringkali mencerminkan kecenderungan umum bahwa shahibul maal hanya menginginkan investasi tertentu saja atau satu dunia usaha.</p>
<h3>Dasar Hukum dalam Al Qur’an dan Al Hadits</h3>
<p>Ok, mari kita lihat HR. Nasai berikut :</p>
<blockquote><p>Telah mengabarkan kepada kami &#8216;Ali bin Hujr telah menceritakan kepada kami Syarik dari Thariq dari Sa&#8217;id bin Al Musayyab, dia berkata; &#8220;Tidak mengapa menyewakan tanah kosong dengan upah emas atau perak.&#8221;</p>
<p>Dia juga berkata; &#8220;Jika seseorang membayar harta kepada orang lain dengan qirod (pemberian modal untuk berdagang dengan memperoleh bagian laba) dan dia ingin menuliskannya dalam surat lalu dia menulis; Ini adalah surat yang ditulis oleh fulan bin fulan dengan kerelaan darinya dalam keadaan sehat dan lisensinya untuk Fulan bin Fulan, bahwa engkau telah menyerahkan kepadaku pada permulaan bulan dari tahun ini, sebanyak sepuluh ribu dirham secara jelas dan baik dengan berat tujuh qiradh atas dasar ketakwaan kepada Allah baik dalam keadaan tersembunyi ataupun terang-terangan, serta menunaikan amanah agar saya membeli dengannya menurut kehendakku segala apa yang ingin saya beli, dan aku akan mengaturnya sekiranya saya pandang perlu untuk mengaturnya dari berbagai jenis perdagangan, dan akan aku keluarkan apa yang saya kehendaki kemana saja yang saya kehendaki dan menjual apa yang ingin saya jual dari barang yang telah saya beli, baik secara kontan atau kredit, baik dengan uang atau dengan barang dengan dasar saya mengerjakan semua itu sesuai pendapatku, dan saya akan mewakilkan dalam itu kepada orang yang kehendaki, dan setiap apa yang dirizqikan Allah dalam hal itu berupa kelebihan dan keuntungan diluar modal tersebut yang telah engkau serahkan kepadaku yang tertera banyaknya, didalam surat ini, maka hal itu dibagi antara saya dan engkau menjadi dua bagian, untukmu setengah sesuai dengan bagian modalmu, dan untukku setengah sesuai dengan pekerjaanku secara penuh, jika ada sesuatu yang hilang maka hal itu menjadi tanggungan modal.</p>
<p>Saya terima sebanyak sepuluh ribu dirham secara jelas dan baik pada permulaan bulan ini pada tahun ini, dan menjadi qiradh milikmu yang ada padaku dengan persyaratan yang tercantum dalam surat ini. Telah menyatakan Fulan dan Fulan. Jika ia ingin membebaskannya untuk membeli dan menjual secara kredit, maka ia menulis; dan engkau telah melarangku untuk membeli dan menjualnya dengan kredit.&#8221; (Kedudukan hadits menurut Al Bani: dhaiful isnad maqthu’. Menurut Ibnu Hajar Al Atsqalani: Thariq bin ‘Abdur Rahman orangnya shaduuq, punya keragu-raguan; sedangkan Syarik bin ‘Abdullah bin Abi Syarik orangnya shaduuq, terdapat kesalahan ).</p></blockquote>
<p>HR. Muwatha’ Malik No. 1195</p>
<blockquote><p>Telah menceritakan kepadaku Malik dari Zaid bin Aslam dari Bapaknya ia berkata; &#8220;Abdullah dan Ubaidullah, keduanya anak Umar bin Khattab, pernah bergabung dalam sebuah pasukan menuju Irak. Tatkala kembali, mereka berdua melewati Abu Musa Al Asy&#8217;ari yang pada saat itu menjadi gubernur Bashrah. Abu Musa kemudian menyambut keduanya dengan senang hati seraya berkata; &#8220;Sekiranya aku bisa memberikan sesuatu yang dapat bermanfaat kepada kalian di hari kemudian, niscaya akan aku lakukan.&#8221;</p>
<p>Abu Musa berkata lagi,&#8221;Oh ya, ini ada harta dari harta Allah, saya ingin menyerahkannya kepada Amirul Mukminin, saya pinjamkan harta ini kepada kalian berdua sehingga kalian bisa berbelanja barang dagangan di Irak dan menjualnya kembali sesampai di Madinah. Nanti serahkanlah modalnya kepada Amirul Mukiminin, dan keuntungannya untuk kalian berdua. Mereka berdua berkata; &#8216;Kami senang dengan hal itu.&#8217;</p>
<p>Maka Abu Musa melakukannya dan menulis pesan untuk Amirul Mukminin agar dia mengambil harta darinya yang dititipkan kepada kedua anaknya. Tatkala mereka berdua tiba (di Madinah) mereka menjual dagangannya hingga mendapatkan keuntungan.</p>
<p>Namun tatkala hendak menyerahkan harta tersebut kepada &#8216;Umar, Umar bertanya; &#8216;Apakah Abu Musa meminjami setiap pasukan sebagaimana dia meminjamkannya kepada kalian berdua? &#8216; Mereka berdua menjawab; &#8216;Tidak&#8217;. Umar bin Khattab berkata; &#8216;Jadi karena kalian anak dari Amirul Mukminin sehingga dia meminjamkannya?!</p>
<p>Serahkan semua harta serta keuntungannya! &#8216; Mendengar hal itu, Abdullah hanya bisa diam. Sedangkan Ubaidullah berkata; &#8216;Tidak sepatutnya engkau bersikap demikian, wahai Amirul Mukminin, bukankah jika harta itu berkurang atau hilang, kami harus menanggungnya? &#8216; Umar masih bersikukuh; &#8216;Serahkan, &#8216; Abdullah juga masih terus diam, sedang Ubaidullah masih terus berusaha mendesaknya.</p>
<p>Lalu ada seorang lelaki yang berada di majelis itu berusaha untuk menengahi dan berkata; &#8216;Wahai Amirul Mukminin, bagaimana jika harta itu engkau pinjamkan kepada mereka berdua? &#8216; &#8216;Aku telah meminjamkannya kepada mereka berdua&#8217;, jawab Umar bin Khattab. Kemudian Umar mengambil harta itu ditambah setengah dari keuntungan, sedang Abdullah dan Ubaidullah juga mendapat setengah dari keuntungan.&#8221;</p></blockquote>
<p>HR. Muwatha’ Malik No. 1196</p>
<blockquote><p>Telah menceritakan kepadaku Malik dari Al &#8216;Ala` bin Abdurrahman dari Bapaknya dari Kakeknya bahwa Utsman bin Affan pernah memberinya pinjaman harta untuk berdagang dengan persyaratan; untungnya dibagi antara mereka berdua.</p></blockquote>
<p>Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, berkata ia:</p>
<blockquote><p>ada Sayyidina Abbas bin Abdul Muthalib ketika menyerahkan hartanya sebagai mudharabah, ia mensyaratkan kepada mudharibnya agar tidak mengarungi lautan dan tidak menuruni lembah, serta tidak membeli hewan ternak. Jika persyaratannya dilanggar, ia (mudharib) harus menanggung risikonya. Maka sampai persyaratan itu kepada Rasululah saw, dan beliau memperbolehkannya. (HR Thabrani)</p></blockquote>
<h3>Rukun dan Syarat Mudhaarabah</h3>
<p><strong>Menurut jumhur ulama, rukun mudhaarabah ada tiga, yaitu:</strong></p>
<ol>
<li>‘aaqid, yaitu pemilik modal dan pengelola (‘aamil/mudharib);</li>
<li>Ma’qud ‘alaih, yaitu modal, tenaga (pekerjaan) dan keuntungan;</li>
<li>Shighat, yaitu ijab dan qabul.</li>
</ol>
<p><strong>Syarat-syarat mudharabah yang berkaitan dengan ‘aaqid, modal dan keuntungan.</strong></p>
<p>1. Syarat yang berkaitan dengan ‘aaqid:</p>
<ul>
<li>Pemilik dan pengelola modal harus orang yang memiliki kecakapan untuk memberikan kuasa dan melaksanakan wakaalah</li>
<li>Pemilik dan pengelola modal harus cakap melakukan tasarruf.</li>
</ul>
<p>2. Syarat yang berkaitan dengan modal:</p>
<ul>
<li>Modal harus berupa uang tunai untuk menghindari gharar jika modal berupa barang.</li>
<li>Modal harus jelas dan diketahui ukurannya.</li>
<li>Modal harus ada dan tidak boleh berupa utang, tetapi tidak harus ada di majelis akad.</li>
<li>Modal harus diserahkan kepada pengelola agar dapat digunakan untuk kegiatan usaha.</li>
</ul>
<p>3. Syarat yang berkaitan dengan keuntungan:</p>
<ul>
<li>Keuntungan harus diketahui kadarnya.</li>
<li>Keuntungan harus merupakan bagian yang dimiliki bersama dengan pembagian secara nisbah atau persentase.</li>
</ul>
<h3>Ketentuan dalam Mudhaarabah (Baca Fatwa DSN MUI No 7 Tahun 2000)</h3>
<p><strong>Pertama : Ketentuan Pembiayaan.</strong></p>
<ul>
<li>Pembiayaan Mudharabah adalah pembiayaan yang disalurkan oleh LKS kepada pihak lain untuk suatu usaha yang produktif.</li>
<li>Dalam pembiayaan ini LKS sebagai shahibul maal (pemilik dana) membiayai 100 % kebutuhan suatu proyek (usaha), sedangkan pengusaha (nasabah) bertindak sebagai mudharib atau pengelola usaha.</li>
<li>Jangka waktu usaha, tatacara pengembalian dana, dan pembagian keuntungan ditentukan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak (LKS dengan pengusaha).</li>
<li>Mudharib boleh melakukan berbagai macam usaha yang telah disepakati bersama dan sesuai dengan syari’ah; dan LKS tidak ikut serta dalam managemen perusahaan atau proyek tetapi mempunyai hak untuk melakukan pembinaan dan pengawasan.</li>
<li>Jumlah dana pembiayaan harus dinyatakan dengan jelas dalam bentuk tunai dan bukan piutang.</li>
<li>LKS sebagai penyedia dana menanggung semua kerugian akibat dari mudharabah kecuali jika mudharib (nasabah) melakukan kesalahan yang disengaja, lalai, atau menyalahi perjanjian.</li>
<li>Pada prinsipnya, dalam pembiayaan mudharabah tidak ada jaminan, namun agar mudharib tidak melakukan penyimpangan, LKS dapat meminta jaminan dari mudharib atau pihak ketiga. Jaminan ini hanya dapat dicairkan apabila mudharib terbukti melakukan pelanggaran terhadap hal-hal yang telah disepakati bersama dalam akad.</li>
<li>Kriteria pengusaha, prosedur pembiayaan, dan mekanisme pembagian keuntungan diatur oleh LKS dengan memperhatikan fatwa DSN.</li>
<li>Biaya operasional dibebankan kepada mudharib.</li>
<li>Dalam hal penyandang dana (LKS) tidak melakukan kewajiban atau melakukan pelanggaran terhadap kesepakatan, mudharib berhak mendapat ganti rugi atau biaya yang telah dikeluarkan.</li>
</ul>
<p><strong>Kedua : Rukun dan Syarat Pembiayaan</strong></p>
<p>Penyedia dana (sahibul maal) dan pengelola (mudharib) harus cakap hukum.Pernyataan ijab dan qabul harus dinyatakan oleh para pihak untuk menunjukkan kehendak mereka dalam mengadakan kontrak (akad), dengan memperhatikan hal-hal berikut:</p>
<ol>
<li>Penawaran dan penerimaan harus secara eksplisit menunjukkan tujuan kontrak (akad).</li>
<li>Penerimaan dari penawaran dilakukan pada saat kontrak.</li>
<li>Akad dituangkan secara tertulis, melalui korespondensi, atau dengan menggunakan cara-cara komunikasi modern.</li>
</ol>
<p>Modal ialah sejumlah uang dan/atau aset yang diberikan oleh penyedia dana kepada mudharib untuk tujuan usaha dengan syarat sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Modal harus diketahui jumlah dan jenisnya.</li>
<li>Modal dapat berbentuk uang atau barang yang dinilai. Jika modal diberikan dalam bentuk aset, maka aset tersebut harus dinilai pada waktu akad.</li>
<li>Modal tidak dapat berbentuk piutang dan harus dibayarkan kepada mudharib, baik secara bertahap maupun tidak, sesuai dengan kesepakatan dalam akad.</li>
</ol>
<p>Keuntungan mudharabah adalah jumlah yang didapat sebagai kelebihan dari modal. Syarat keuntungan berikut ini harus dipenuhi:</p>
<ol>
<li>Harus diperuntukkan bagi kedua pihak dan tidak boleh disyaratkan hanya untuk satu pihak.</li>
<li>Bagian keuntungan proporsional bagi setiap pihak harus diketahui dan dinyatakan pada waktu kontrak disepakati dan harus dalam bentuk prosentasi (nisbah) dari keun-tungan sesuai kesepakatan. Perubahan nisbah harus berdasarkan kesepakatan.</li>
<li>Penyedia dana menanggung semua kerugian akibat dari mudharabah, dan pengelola tidak boleh menanggung kerugian apapun kecuali diakibatkan dari kesalahan disengaja, kelalaian, atau pelanggaran kesepakatan.</li>
</ol>
<p>Kegiatan usaha oleh pengelola (mudharib), sebagai perimbangan (muqabil) modal yang disediakan oleh penyedia dana, harus memperhatikan hal-hal berikut:</p>
<ol>
<li>Kegiatan usaha adalah hak eksklusif mudharib, tanpa campur tangan penyedia dana, tetapi ia mempunyai hak untuk melakukan pengawasan.</li>
<li>Penyedia dana tidak boleh mempersempit tindakan pengelola sedemikian rupa yang dapat menghalangi tercapainya tujuan mudharabah, yaitu keuntungan.</li>
<li>Pengelola tidak boleh menyalahi hukum Syari’ah Islam dalam tindakannya yang berhubungan dengan mudhara-bah, dan harus mematuhi kebiasaan yang berlaku dalam aktifitas itu.</li>
</ol>
<p><strong>Ketiga : Beberapa Ketentuan Hukum Pembiayaan</strong></p>
<ul>
<li>Mudharabah boleh dibatasi pada periode tertentu.</li>
<li>Kontrak tidak boleh dikaitkan (mu’allaq) dengan sebuah kejadian di masa depan yang belum tentu terjadi.</li>
<li>Pada dasarnya, dalam mudharabah tidak ada ganti rugi, karena pada dasarnya akad ini bersifat amanah (yad al-amanah), kecuali akibat dari kesalahan disengaja, kelalaian, atau pelanggaran kesepakatan.</li>
<li>Jika salah satu pihak tidak menunaikan kewajibannya atau jika terjadi perselisihan di antara kedua belah pihak, maka penyelesaiannya dilakukan melalui Badan Arbitrasi Syari’ah setelah tidak tercapai kesepakatan melalui musyawarah.</li>
</ul>
<p>Sekian bahasan mengenai Mudharabah ini. Semoga ada manfaatnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wilihandarwo.com/2012/12/18/mudharabah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Menghemat Belanja / Pengeluaran Untuk Mahasiswa</title>
		<link>http://www.wilihandarwo.com/2012/11/29/tips-menghemat-belanja-pengeluaran-untuk-mahasiswa/</link>
		<comments>http://www.wilihandarwo.com/2012/11/29/tips-menghemat-belanja-pengeluaran-untuk-mahasiswa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Nov 2012 10:38:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadli Wilihandarwo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wilihandarwo.com/?p=440</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana mencukupi kebutuhan sehari – hari bisa jadi merupakan sebuah tantangan tersendiri ketika berstatus mahasiswa. Ya, banyak sekali mahasiswa yang sukses dalam menghemat pengeluaran/belanjanya sehingga kegiatannya menjadi teratur namun ada juga mahasiswa yang tidak dapat menghemat uang sakunya dan terkendala dalam menjalani aktivitasnya sehari – hari. Pada prinsipnya cara menghemat uang saku bagi setiap individu [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p></p><div>
<p><img class="alignright size-medium wp-image-441" title="belanjamahasiswa" src="http://www.wilihandarwo.com/wp-content/uploads/2012/11/belanjamahasiswa-300x168.jpg" alt="" width="300" height="168" />Bagaimana mencukupi kebutuhan sehari – hari bisa jadi merupakan sebuah tantangan tersendiri ketika berstatus mahasiswa. Ya, banyak sekali mahasiswa yang sukses dalam menghemat pengeluaran/belanjanya sehingga kegiatannya menjadi teratur namun ada juga mahasiswa yang tidak dapat menghemat uang sakunya dan terkendala dalam menjalani aktivitasnya sehari – hari.</p>
</div>
<p>Pada prinsipnya cara menghemat uang saku bagi setiap individu bisa jadi amat berbeda tergantung dari bagaimana karakter serta kebiasaan individu tersebut. Secara naluriah, setiap individu memiliki kemampuan untuk berhitung, baik dalam skala kecil maupun besar dan berikut ini adalah tips ringan dari KuliahYuk.com tentang bagaimana menghemat belanja/pengeluaran untuk mahasiswa. Semoga bermanfaat dan sukses dalam menghemat belanja/pengeluaran setiap bulannya.</p>
<p><span id="more-440"></span></p>
<p><strong>Tips pertama</strong>, Komposisikan uang saku/uang bulanan yang dimiliki sesuai dengan kerangka kebutuhan primer, sekunder dan tersier. Teori klasik ekonomi tentang kebutuhan berjenjang ini merupakan pondasi dalam membangun sebuah pola pembelanjaan/pengeluaran yang tentunya juga dapat diterapkan dalam kehidupan sebagai mahasiswa. Bagaimana besarnya komposisi tersebut bisa dihitung berdasarkan karakter keuangan pribadi dan pola pemasukan mahasiswa tersebut.</p>
<p><strong>Tips kedua</strong>, Buatlah catatan khusus yang berisikan detil belanja harian/mingguan/bulanan. Hal ini dapat membantu mahasiswa dalam menghemat belanja/pengeluaran karena dengan adanya catatan belanja yang detil, kecil kemungkinannya untuk meleset dalam membelanjakan uang. Tempatkanlah catatan khusus tersebut di lokasi – lokasi strategis (bisa didalam kamar kost, didalam dompet, dicatatkan dalam notebook, dsb) yang tentunya sering diakses oleh mahasiswa itu sendiri sehingga secara perlahan pola belanja mahasiswa tersebut akan terbentuk tanpa dipaksakan.</p>
<p><strong>Tips ketiga</strong>, Berburu produk – produk kebutuhan mahasiswa dengan potongan harga (diskon). Walaupun tidak semua produk kebutuhan mahasiswa hadir dengan harga diskon namun ada produk tertentu yang selalu ditawarkan dengan harga diskon bagi para mahasiswa. Status mahasiswa merupakan anugerah yang seringkali membantu seseorang untuk mendapatkan keistimewaan dalam berbelanja produk tertentu. Hal ini bisa dilihat dari tawaran promosi melalui iklan di surat kabar maupun promosi melalui leaflet yang mencantumkan harga diskon khusus bagi mahasiswa. Dengan membeli produk – produk diskon, mahasiswa dapat mengalokasikan sisa uang belanjanya untuk hal penting lainnya (keperluan kuliah, menambah saldo tabungan, dsb).</p>
<p><strong>Tips keempat</strong>, Jika memungkinkan, buatlah makanan dirumah/dikost secara mandiri. Kebutuhan primer ini (pangan) merupakan salah satu elemen penghematan belanja yang penting karena dengan mengalokasikan uang secara efisien untuk membeli bahan pangan, mahasiswa dapat menghemat sekitar 20 – 30% pengeluarannya. Adapun jenis bahan pangan yang dibeli tentu bisa berbeda bagi setiap mahasiswa tergantung dari pola konsumsi serta selera makan mahasiswa tersebut.  Dengan membuat/memasak sendiri makanan yang akan dikonsumsi setiap harinya, mahasiswa tersebut juga belajar keahlian baru yang mungkin bisa menjadi mata pencahariannya di masa mendatang.</p>
<p><strong>Tips kelima</strong>, Berbelanja berdasarkan kebutuhan bukan keinginan. Berbagai persoalan <em>overbudget </em>yang seringkali dialami oleh mahasiswa bisa jadi bermula dari keinginan yang berlebih akan suatu hal. Ya, mengikuti keinginan memang amat menyenangkan namun itu merupakan tantangan terbesar dalam melakukan penghematan belanja/pengeluaran karena tidak semua individu dapat menahan keinginannya. Sesekali memang tidak jadi masalah untuk mengikuti keinginan (dalam berbelanja), namun jika hal itu dilakukan secara terus – menerus dan bahkan dijadikan acuan dalam berbelanja maka situasi <em>overbudget</em> akan sulit dihindari oleh mahasiswa.</p>
<blockquote><p><em>Needs and Wants are basic rules to spend the money but please remember that Needs exist with boundaries and Wants born without boundaries.</em></p></blockquote>
<p>Semoga tips-tips tadi bermanfaat dan dapat dipraktekkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wilihandarwo.com/2012/11/29/tips-menghemat-belanja-pengeluaran-untuk-mahasiswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keluarga Penghafal Al-Qur&#8217;an</title>
		<link>http://www.wilihandarwo.com/2012/08/04/keluarga-penghafal-al-quran/</link>
		<comments>http://www.wilihandarwo.com/2012/08/04/keluarga-penghafal-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Aug 2012 00:15:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadli Wilihandarwo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wilihandarwo.com/?p=405</guid>
		<description><![CDATA[Subhanallah.. subhanallah.. tak henti-hentinya kalimat memuji ke-AgunganMu ya Rabb.. Semalam menyaksikan acara chatting bareng YM di ANTV, dan disana dihadirkan sebuah keluarga yang kesemuanya penghafal Al-Qur&#8217;an. Ada juga narasumber yang walaupun tubuhnya cacat, duduk di kursi roda, namun beliau mampu menghafal Qur&#8217;an dalam waktu 9 bulan. Subhanallah. Ya Allah, semoga hamba bisa membentuk keluarga seperti [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><iframe src="http://www.youtube.com/embed/lgGJkONnwE8" frameborder="0" width="356" height="268" align="right"></iframe>Subhanallah.. subhanallah.. tak henti-hentinya kalimat memuji ke-AgunganMu ya Rabb.. Semalam menyaksikan acara chatting bareng YM di ANTV, dan disana dihadirkan sebuah keluarga yang kesemuanya penghafal Al-Qur&#8217;an. Ada juga narasumber yang walaupun tubuhnya cacat, duduk di kursi roda, namun beliau mampu menghafal Qur&#8217;an dalam waktu 9 bulan. Subhanallah.</p>
<p>Ya Allah, semoga hamba bisa membentuk keluarga seperti ini bersama istri hamba kelak. Aamiin..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wilihandarwo.com/2012/08/04/keluarga-penghafal-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Allah ingin Menghibur Kita Melalui UjianNya&#8230;</title>
		<link>http://www.wilihandarwo.com/2011/04/23/ketika-allah-ingin-menghibur-kita-melalui-ujiannya/</link>
		<comments>http://www.wilihandarwo.com/2011/04/23/ketika-allah-ingin-menghibur-kita-melalui-ujiannya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Apr 2011 16:09:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadli Wilihandarwo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wilihandarwo.com/?p=375</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah.. Sungguh beruntung seorang Muslim itu, jika diberi ujian ia bersabar dan jika diberi nikmat ia bersyukur. Pernyataan ini bisa menjadi obat pelipur lara dikala kita sedang dirundung musibah dan kenikmatan. Beberapa hari terakhir ini pun aku mengalami apa yang sudah menjadi ketetapan Allah, sebuah ujian. Ujian mengenai seberapa besar rasa cintaku padaNya, sebuah ujian [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignleft size-medium wp-image-429" title="sabar" src="http://www.wilihandarwo.com/wp-content/uploads/2011/04/sabar-300x270.jpg" alt="" width="300" height="270" />Bismillah..</p>
<p>Sungguh beruntung seorang Muslim itu, jika diberi ujian ia bersabar dan jika diberi nikmat ia bersyukur. Pernyataan ini bisa menjadi obat pelipur lara dikala kita sedang dirundung musibah dan kenikmatan.</p>
<p>Beberapa hari terakhir ini pun aku mengalami apa yang sudah menjadi ketetapan Allah, sebuah ujian. Ujian mengenai seberapa besar rasa cintaku padaNya, sebuah ujian tentang tawakal dan kesabaran, sebuah ujian mengenai selalu berhusnudzon padaNya.</p>
<p>Ya Allah, aku yakin, engkaulah pengatur hidup hamba. Karena itu, hamba percaya bahwa apapun yang menimpa hamba saat ini adalah bagian dari rencanaMu yang pasti berbuah kebaikan bagi hamba. Aamiin.<br /></br><br /></br><span id="more-375"></span></p>
<p><strong>Memberi Semangat, Menghilangkan Kegundahan</strong></p>
<p>Setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk mengatasi kegundahan hatinya. Secara pribadi, saya lebih menyenangi cara mengatasi kesedihan itu dengan mencoba menjadi lebih berguna bagi orang lain. Salah satunya adalah dengan menyemangati orang lain.</p>
<p>Entahlah, ketika akhirnya bisa membuat orang tersenyum dan bersemangat, bisa menjadikan diri ini semangat pula. Dan itu yang coba aku lakukan beberapa hari belakangan ini, saat ujian kehidupan satu-persatu datang di saat yang hampir bersamaan.</p>
<p>Ingin rasanya mengeluhkan semuanya. Ingin lari dari semuanya. Namun aku yakin, dibalik segala ujian ini, selalu ada hikmah dan kebaikan yang bisa kita ambil.</p>
<p>Untuk membagi semangat itu, nih saya bagi beberapa nasehat dari ayat al Qur’an, hadits dan perkataan ulama yang semoga bisa menghibur setiap orang yang sedang mengalami musibah.</p>
<p><strong>Semakin Kuat Iman, Memang Akan Semakin Terus Diuji</strong></p>
<p>Dari Mush’ab bin Sa’id -seorang tabi’in- dari ayahnya, ia berkata,</p>
<p><em>“Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,</em></p>
<p><strong><span style="font-weight: normal;"><em>“Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.”[3]</em></span></strong></p>
<p><strong>Musibah Terasa Ringan dengan Mengingat Penderitaan yang Dialami Orang Sholih</strong></p>
<p>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p><em>“Musibah yang menimpaku sungguh akan menghibur kaum muslimin.”[1]</em></p>
<p>Dalam lafazh yang lain disebutkan.</p>
<p><em>“Siapa saja yang terasa berat ketika menghapi musibah, maka ingatlah musibah yang menimpaku. Ia akan merasa ringan menghadapi musibah tersebut.”[2]</em> Ternyata, musibah orang yang lebih sholih dari kita memang lebih berat dari yang kita alami. Sudah seharusnya kita tidak terus larut dalam kesedihan.</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>Di Balik Musibah, Pasti Ada Jalan Keluar</strong></p>
<p>Dalam surat Alam Nasyroh, Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p><em>“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5)</em></p>
<p>Ayat ini pun diulang setelah itu,</p>
<p><em>“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 6)</em></p>
<p><em>Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di mengatakan, “Kata al ‘usr (kesulitan) menggunakan alif-lam dan menunjukkan umum (istigroq) yaitu segala macam kesulitan. Hal ini menunjukkan bahwa bagaimana pun sulitnya, akhir dari setiap kesulitan adalah kemudahan.”[4]</em></p>
<p>Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p><em>“Bersama kesulitan, ada kemudahan.”[5]</em></p>
<p><strong>Merealisasikan Iman adalah dengan Bersabar</strong></p>
<p>‘Ali bin Abi Tholib mengatakan,</p>
<p><em>“Sabar dan iman adalah bagaikan kepala pada jasad manusia. Oleh karenanya, tidak beriman (dengan iman yang sempurna), jika seseorang tidak memiliki kesabaran.”[6]</em></p>
<p><strong>Musibah Awalnya Saja Terasa Sulit, Namun Jika Bersabar akan Semakin Mudah</strong></p>
<p>Hudzaifah ibnul Yaman mengatakan,</p>
<p><em>“Sesungguhnya Allah tidaklah menciptakan sesuatu melainkan dari yang kecil hingga yang besar kecuali musibah. Adapun musibah, Allah menciptakannya dari keadaan besar kemudian akan menjadi kecil.”[7]</em> Allah menciptakan segala sesuatu, misalkan dalam penciptaan manusia melalui tahapan dari kecil hingga beranjak dewasa (besar) semacam dalam firman Allah,</p>
<p>“Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua.” (QS. Ghofir: 67)</p>
<p>Namun untuk musibah tidaklah demikian. Musibah datang dalam keadaan besar, yakni terasa berat. Akan tetapi, lambat laut akan menjadi ringan jika seseorang mau bersabar.</p>
<p><strong>Bersabarlah Di Awal Musibah</strong></p>
<p>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p><em>“Yang namanya sabar seharusnya dimulai ketika awal ditimpa musibah.”[8]</em> Itulah sabar yang sebenarnya. Sabar yang sebenarnya bukanlah ketika telah mengeluh lebih dulu di awal musibah.</p>
<p><strong>Pahala Orang yang Mau Bersabar Tanpa Batas</strong></p>
<p>Ingatlah janji Allah,</p>
<p><em>“Sesungguhnya orang-orang yang bersabar, ganjaran bagi mereka adalah tanpa hisab (tak terhingga).” (QS. Az Zumar: 10). Al Auza’i mengatakan bahwa ganjarannya tidak bisa ditakar dan ditimbang. Ibnu Juraij mengatakan bahwa pahala bagi orang yang bersabar tidak bisa dihitung sama sekali, akan tetapi ia akan diberi tambahan dari itu. Maksudnya, pahala mereka tak terhingga. Sedangkan As Sudi mengatakan bahwa balasan bagi orang yang bersabar adalah surga.[9]</em></p>
<p><strong>Akan Mendapatkan Ganti yang Lebih Baik</strong></p>
<p>Ummu Salamah -salah satu istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam- berkata bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p><em>“Siapa saja dari hamba yang tertimpa suatu musibah lalu ia mengucapkan: “Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un. Allahumma’jurnii fii mushibatii wa akhlif lii khoiron minhaa [Segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali pada-Nya. Ya Allah, berilah ganjaran terhadap musibah ang menimpaku dan berilah ganti dengan yang lebih baik]”, maka Allah akan memberinya ganjaran dalam musibahnya dan menggantinya dengan yang lebih baik.” Ketika, Abu Salamah (suamiku) wafat, aku pun menyebut do’a sebagaimana yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam perintahkan padaku. Allah pun memberiku suami yang lebih baik dari suamiku yang dulu yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”[10]</em></p>
<p>Do’a yang disebutkan dalam hadits ini semestinya diucapkan oleh seorang muslim ketika ia ditimpa musibah dan sudah seharusnya ia pahami. Insya Allah, dengan ini ia akan mendapatkan ganti yang lebih baik.</p>
<p>Semoga yang mendapati musibah semakin ringan menghadapinya dengan sedikit hiburan ini. Semoga kita selalu dianugerahi kesabaran dari Allah Ta’ala.</p>
<p>Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. Dan atas izinNya pulalah, segala kesedihan akan terhapuskan dengan mudah.</p>
<p>Teringat perkataan seorang teman, sehabis mendung dan hujan yang lebat, selalu ada pelangi yang indah menanti. So, tetap ceria ya bagi siapapun yg sedang sedih. Insya Allah, Allah pasti bantu. Allah sangat sayang sama hambaNya.</p>
<p>Semangat !!!</p>
<p><strong>Referensi :</strong></p>
[1] Shahih Al Jami’, 5459, dari Al Qosim bin Muhammad. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.</p>
[2] Disebutkan dalam Bahjatul Majalis wa Ansul Majalis, Ibnu ‘Abdil Barr, hal. 249, Mawqi’ Al Waroq.</p>
[3] HR. Tirmidzi no. 2398, Ibnu Majah no. 4024, Ad Darimi no. 2783, Ahmad (1/185). Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 3402 mengatakan bahwa hadits ini shahih.</p>
[4] Taisir Karimir Rahman, Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di, hal. 929, Muassasah Ar Risalah, cetakan pertama, tahun 1423 H</p>
[5] HR. Ahmad no. 2804. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih.</p>
[6] Bahjatul Majalis wa Ansul Majalis, hal. 250.</p>
[7] Idem.</p>
[8] HR. Bukhari no. 1283, dari Anas bin Malik.</p>
[9] Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, 7/89, Dar Thoyibah, cetakan kedua, tahun 1420 H.</p>
[10] HR. Muslim no. 918.</p>
<p>Sumber : www.muslim.or.id, dengan beberapa penambahan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wilihandarwo.com/2011/04/23/ketika-allah-ingin-menghibur-kita-melalui-ujiannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sangat Yakin Jika Tulang Rusuk Ku Tak Akan Pernah Tertukar</title>
		<link>http://www.wilihandarwo.com/2011/01/19/sangat-yakin-jika-tulang-rusuk-ku-tak-akan-pernah-tertukar/</link>
		<comments>http://www.wilihandarwo.com/2011/01/19/sangat-yakin-jika-tulang-rusuk-ku-tak-akan-pernah-tertukar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Jan 2011 03:15:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadli Wilihandarwo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wilihandarwo.com/?p=368</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah renungan untuk para ikhwan, agar ketika ingin menuju pernikahan dengan proses taaruf yang benar, dapat memperhatikan adab-adabnya. Salah satunya adalah tidak menggantungkan harapan kepada si calon. Cukuplah dengan terus memperbaiki diri dan lebih menjaga hati. Untuk penjagaan hati ini pun harus dari kedua belah pihak. Mudah-mudahan dengan proses yang benar, hasil akhirnya pun akan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><a href="http://wilihandarwobl.wpengine.com/wp-content/uploads/2011/01/rusuk.jpg"><img class="size-full wp-image-370 alignleft" title="rusuk" src="http://wilihandarwobl.wpengine.com/wp-content/uploads/2011/01/rusuk.jpg" alt="" width="424" height="306" /></a></p>
<p>Sebuah renungan untuk para ikhwan, agar ketika ingin menuju pernikahan dengan proses taaruf yang benar, dapat memperhatikan adab-adabnya. Salah satunya adalah tidak menggantungkan harapan kepada si calon.</p>
<p>Cukuplah dengan terus memperbaiki diri dan lebih menjaga hati. Untuk penjagaan hati ini pun harus dari kedua belah pihak. Mudah-mudahan dengan proses yang benar, hasil akhirnya pun akan benar.</p>
<p>Nampaknya tulisan ini ditulis oleh seorang akhwat yang sedang berada dalam kegelisahan dan merasa digantung. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari sini. Maaf ga bisa nyebutin dari mana tulisan ini saya dapat, yang jelas, cukup banyak beredar di beberapa blog. Sudahlah, tak apa. Yang penting nilainya bisa kita dapatkan.<br /></br><br /></br><span id="more-368"></span></p>
<blockquote><p>==========================================================</p>
<p>Ketika antum mengatakan : “ana akan ta’aruf dengan ukhti beberapa tahun lagi, ketika ukhti sudah lulus”</p>
<p>“untuk apa antum katakan itu skrg akhi?&#8230; Jika belum siap adalah jawabannya, lalu mengapa harus antum katakan rencana tersebut pada saya? Tak tahu kah antum, kalimat itu menggoyahkan kekokohan iman yang susah payah saya bangun.”</p>
<p>Ketika antum mengatakan: “ana ingin jaga hati ana untuk ta’aruf dengan ukhti nanti”</p>
<p>“Lantas, apakah dengan antum berkata seperti itu, lalu prilaku antum yang sering menelfon saya itu tidak berarti mengotori hati?. Antum memang sudah seharusnya menjaga hati, hingga tiba saatnya nanti untuk antum berikan seutuhnya kepada wanita yang berhak.”</p>
<p>Ketika antum mengatakan: “hati hati, di sana.. jaga diri baik baik..”</p>
<p>“Bukannya saya tidak suka diperhatikan dan dijaga, tapi cukuplah Allah yang akan menjagaku..Bukankah Allah adalah sebaik-baik Pelindung?”</p>
<p>Ketika antum mengatakan: “ana harap ukhti tidak ta’aruf dengan orang lain sebelum ana”</p>
<p>“Saya tidak bisa menjanjikan apapun, karena saya tidak tau apa yang akan terjadi nanti..”</p>
<p><strong>Sebuah ibroh,</strong></p>
<p>Wahai akhwat, jika datang kepadamu laki-laki baik-baik yang melamarmu, maka bisa jadi dialah pangeranmu.</p>
<p>Wahai ikhwan, jika gadis pujaanmu telah dikhitbah laki-laki lain, maka ikhlaskanlah. Bisa jadi dia bukanlah bidadarimu.</p>
<p>&#8220;Perempuan-perempuan yang keji adalah untuk yang keji pula dan laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yang keji, sedangkan wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik juga diperuntukkan bagi perempuan-perempuan yang baik….” (QS.24:26)&#8221;</p>
<p>Maka jika nantinya kita tidak berjodoh, mungkin saya tak cukup baik untukmu, pasti ada wanita lain yang lebih baik untukmu.. Dan yakinlah, jika memang aku adalah pasangan dari tulang rusukmu, maka tanpa antum minta untuk tidak ta’aruf dengan orang lainpun, saya akan tatap menjadi pendampingmu..<br />
Karena saya yakin TULANG RUSUK TAKKAN TERTUKAR</p>
<p>==========================================================</p></blockquote>
<p>Memang akan berat di awal, namun yakinlah proses-proses yang benar akan dinikmati keindahannya nanti disaat yang tepat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wilihandarwo.com/2011/01/19/sangat-yakin-jika-tulang-rusuk-ku-tak-akan-pernah-tertukar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Posting Blog dari BlackBerry</title>
		<link>http://www.wilihandarwo.com/2010/08/12/posting-blog-dari-blackberry/</link>
		<comments>http://www.wilihandarwo.com/2010/08/12/posting-blog-dari-blackberry/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Aug 2010 02:17:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadli Wilihandarwo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web & Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wilihandarwo.com/2010/08/12/posting-blog-dari-blackberry/</guid>
		<description><![CDATA[Sekitar seminggu yang lalu baru aja saya memperpanjang domain blog ini setahun kedepan lagi. Tak terasa udah 4 tahun blog ini hadir di dunia maya. Tak terlalu penting-penting sih isinya, hanya tautan opiniku yang mudahan masih dapat berguna dan dapat diambil pelajaran di dalamnya. Sempat juga pasang surut kemauan menulis di blog ini, kadang rajin, [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignright size-medium wp-image-447" alt="blackberry bold 9780 onyx 2" src="http://www.wilihandarwo.com/wp-content/uploads/2010/08/blackberry-bold-9780-onyx-2-300x300.jpg" width="300" height="300" />Sekitar seminggu yang lalu baru aja saya memperpanjang domain blog ini setahun kedepan lagi. Tak terasa udah 4 tahun blog ini hadir di dunia maya. Tak terlalu penting-penting sih isinya, hanya tautan opiniku yang mudahan masih dapat berguna dan dapat diambil pelajaran di dalamnya.<br />
Sempat juga pasang surut kemauan menulis di blog ini, kadang rajin, kadang malas. Total udah 156 postingan yang aku buat. Masih terbilang sedikit jika dibandingkan dengan waktu yang tersedia selama ini.</p>
<p>Udah beberapa kali juga blog ini berganti baju. Yah, ketika ada mood baik untuk ngedesain, aku akan ngerubah lagi desainnya.</p>
<p>Berbagai peralatan juga udah aku coba untuk nulis di blog ini. Mulai dari PC, Mac, hingga ponsel. Nah sekarang aku nyoba untuk pertama kali ngepost tulisan dari Blackberry ku. Lebih enak sih ngepost dari BB dibandingkan pake ponsel biasa. Karena selain ada keyboard QWERTYnya, juga ada aplikasi khusus di BB untuk nulis di blog wordpress.</p>
<p>Harapanku, mudahan dengan adanya BB ini bisa makin produktif lagi ngeblognya. Ok, ditunggu ya postingan-postingan selanjutnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wilihandarwo.com/2010/08/12/posting-blog-dari-blackberry/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
