Kembali ke Laptopnya DPR
“Jangan kau tuntut apa yang dapat diberikan Negara ini kepadamu, tapi berikanlah apa yang bisa kau berikan kepada negara ini”
Semester yang lalu saya begitu senang sekali, selain dikarenakan saya dapat diterima di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin, setelah melalui ujian SPMB yang melelahkan, saya juga mendapatkan laptop baru yang saya idam-idamkan sejak lama. Untuk menunjang kuliah tentunya. Dengan uang enam juta rupiah ditangan -yang merupakan tabungan saya selama SMA hasil dari hadiah lomba-lomba yang saya ikuti- saya segera ke MTC (Makassar Trade Center), sebuah pusat pembelanjaan di Makassar untuk membeli laptop yang saya idam-idamkan itu. Untung saja saya memiliki sedikit pengetahuan tentang komputer, sehingga saya dapat memilih sendiri laptop yang saya inginkan, tentu saja harus sesuai dengan uang yang saya punya sekarang. Enam juta rupiah. Read More »
Khitbah
Artikel ini saya dapatkan dari kemudian.com Cukup menarik dan menyentuh.. Mengenai kegelisahan seseorang untuk menikah dengan proses yang sesuai dengan tuntunan agama.
===============================================
“Agak gak pede. Hiks, tapi mohon dikomentari ya teman-teman.”
SHALAT ISTIKHARAH YANG KE-7
A’UDZUBILLAHIMINASSYAITANIRRADZIM.
BISMILLAHIRAHMANIRRAHIM…….
Engkaulah yang Maha Mengetahui bahwa umur saya masih 21 tahun lewat dua bulan. Tapi ustadz muda itu melamar saya, ya Allah. Saya hanya bisa terpana, tak tahu harus menjawab apa. Tapi diam-diam saya merasa malu pada-Mu. Engkau gerakkan hatinya untuk mengkhitbah saya yang jelas-jelas masih jauh dari predikat mukminah ini, ya Rabb. Saya malu, pakaian yang rapat menutup aurat saya ini telah mampu mengecohnya dan membuatnya mengira saya adalah perempuan baik-baik. Bukan perempuan yang dulu pernah tenggelam dalam lembah hitam obat-obatan terlarang dan minuman keras. Dia tidak tahu, ya Rabbi, tapi Engkau lah yang Maha Tahu. Hanya Engkau yang mengetahui siapa sebenarnya diri saya yang hanya lahirnya saja terlihat baik ini. Apakah maksud-Mu dengan semua ini, ya Allah? Saya hanyalah setitik debu yang pernah menghamba pada tuntutan hidup yang keras ini. Read More »
Lucu ya …
Dikutip dari sebuah buku yang berjudul Refresh Your Life.. Bukan maksud mencuri hak cipta, tetapi menjadikan renungan buat semuanya… Termasuk aku.
Lucu ya … Uang Rp 20 ribu jadi sangat besar ketika berada di kotak amal masjid dan terasa sangat kecil ketika dibawa di supermarket.
Lucu ya … Pertandingan bola 45 menit terasa begitu cepat berlalu daripada khotbah Jum’at yang cuma beberapa menit aja.
Lucu ya … Kita ngerasa berat banget ngebaca 1 juz Al-Qur’an, tapi terasa begitu mudah dan ringannya ketika kita membaca novel best seller setebal 100 halaman.
Lucu ya … kita harus memasukkan ke agenda kegiatan kita 3-4 minggu sebelum acara kajian keIslaman, dan begitu mudahnya kita mengubah jadwal untuk hal-hal lain.
Lucu ya … kita begitu sulitnya merangkai kata-kata indah untuk memanjatkan doa kepada Allah, padahal begitu mudahnya kita merangkai kata saat ngobrol bareng teman-teman.
Lucu ya … perpanjangan waktu sepakbola terasa begitu nikmat, sedangkan kadang kita menggurutu ketika iman memanjangkan bacaannya dalam shalat Tarawih.
Lucu ya … kita berebut untuk dapat tempat paling depan sewaktu nonton bola ataupun konser, tapi kita berusaha nyari tempat paling belakang pas shalat Jum’at agar kita cepat keluar.
Jadiin renungan ya…
Kenapa sih buang duit sia-sia ?
Di Kampus ku Universitas Hasanuddin Makassar, ada satu kegiatan yang rutin diadain sebagai bukti pengukuhan Mahasiswa Baru. Nama Kegiatannya adalah Malam Inaugurasi.. Sebuah malam dimana kita ngadain ‘pesta’ dan ketika selesai, besoknya kita resmi jadi ‘keluarga mahasiswa (KM)’ (emang sesempit itu ya penamaan keluarga hehehe emoticon)
Nah, masalahnya disini, kegiatan ini sangat-sangat membuang duit. Kenapa? Coba kalo kita liat pos anggaran yang biasa fakultas dapatin untuk ngebuat acara ini. Rata-rata sih 5-10 juta. Wah gila banget tuh untuk ukuran zaman susah kayak sekarang..
Saya ga’ habis pikir dengan pikiran mahasiswa lain. Katanya mereka pengen ngebela nasib rakyat kecil. Mahasiswa (menurut mereka — dan emang seharusnya gitu) harus bisa ngayomi masyarakat. Lah, kalo kayak gini apa bisa dibilang peduli ma nasib rakyat yang susah ?? Read More »
Proposal Nikah
Latar Belakang
Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya cintai dan sayangi, semoga Allah selalu memberkahi langkah-langkah kita dan tidak putus-putus memberikan nikmatNya kepada kita. Amin
Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati..sebagai hamba Allah, saya telah diberi berbagai nikmat. Maha Benar Allah yang telah berfirman : “Kami akan perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami di ufuk-ufuk dan dalam diri mereka, sehingga mereka dapat mengetahui dengan jelas bahwa Allah itu benar dan Maha Melihat segala sesuatu”.
Nikmat tersebut diantaranya ialah fitrah kebutuhan biologis, saling membutuhkan terhadap lawan jenis.. yaitu: Menikah ! Fitrah pemberian Allah yang telah lekat pada kehidupan manusia, dan jika manusia melanggar fitrah pemberian Allah, Read More »








